Suara.com - Citra buruk Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) saat ini ternyata tidak berlaku untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di masa lalu. Pemprov pernah memuji gerakan ini karena rajin dan berani.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah bercerita Gafatar pernah membantu pihaknya untuk keperluan sosial. Misalnya dalam kerja bakti.
"Eks Gafatar dulu pernah dimanfaatkan sangat efektif, setiap kita kerja bakti undang Gafatar. Dia paling berani nyemplung ke kali. Bahkan lebih berani dari PPSU (petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum). Kita nggak tahu ada agenda di belakangnya," kata Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/1/2016).
Saefullah menjelaskan eks Gafatar yang saat ini telah tiba di Ibu Kota berjumlah 1.693 orang. Mereka yang datang pada gelombang pertama sebanyak 158 orang dan Rabu (26/1/2016) sebanyak 712 orang dan hari ini akan datang 823 orang.
"Ini sebagian ada ditampung di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, dan sebagian dari mereka di tempatkan sementara di kawasan Pramuka yang akan didistribusi dan ada yang diambil keluarga," jelasnya.
Saefullah juga telah meminta kepada Wali Kota setempat untuk bisa mengawasi pergerakan eks Gafatar yang telah dipulangkan di Ibu Kota.
"Karena dikhawatirkan akan menyebarluaskan paham yang dia dapat kepada masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, pemerintah DKI Jakarta sampai saat ini dikatakan Saefullah juga tengah mencari solusi agar eks Gafatar yang sudah tidak lagi memiliki sanak keluarga akan ditempatkan dimana.
"Ada juga yang tidak beralamat ini akan dicari solusinya. Ada 2-3 gelombang lagi jumlahnya cukup banyak. Penanganan tentu sudah ada tim kita untuk menangani, teman-teman wilayah bantu deteksi dini," katanya.
"Termasuk edaran yang sudah dibuat untuk Wali Kota, camat dan lurah. Mencermati paham-paham radikal lain seperti ISIS, RT/RW harus cermat memantau orang yang tidak dikenal di wilayahnya," Saefullah menambahkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional
-
Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI
-
Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?
-
LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun
-
Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang
-
Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta
-
Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia
-
9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan
-
Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir