Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar memastikan penyidik dapat bekerja secara profesional dalam menangani kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Penyidik tidak akan bisa dipengaruhi oleh opini publik, apalagi analisa yang mengait-ngaitkan kasus itu dengan hubungan sesama sejenis.
"Nggak ada penggiringan opini, nggak pengaruh itu," kata Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Kamis (4/2/2016).
Iqbal menekankan proses penyelidikan, penyidikan kemudian penetapan Jessica Kumala Wongso (27) menjadi tersangka didasarkan pada bukti-bukti. Penyidik, tambah Iqbal, tidak pernah berasumsi dalam mengusut kasus.
"Kami tidak berdasarkan opini atau asumsi, tapi fakta," kata dia.
Sebelumnya, anggota Dewan Pers Nezar Patria menanggapi soal berkembangnya opini di media massa bahwa kasus pembunuhan Mirna ada unsur hubungan asmara sesama jenis.
Nezar Patria meminta wartawan jangan serta merta menyebarkan informasi yang belum bisa dibuktikan secara hukum.
"Pers jangan kemudian mengambil logika sendiri kalau dia (Jessica) lesbian atau segala macam otomatis menjadi pembenaran motif pembunuhan. Saya kira beberapa media terlalu mengarah kepada sensasi, tanpa didukung dengan bukti-bukti yang kuat," kata Nezar kepada Suara.com, Rabu (3/2/2016).
Nezar mengingatkan sejauh ini belum ada bukti yang disampaikan polisi mengenai motif asmara.
"Bisa saja ada motif-motif lain yang perlu ditelusuri lebih jauh. Saya kira, motif dan lain sebagainya itu biarkan polisi yang mendalaminya," katanya.
Kepada polisi, Nezar juga meminta mereka berhati-hati menangani kasus ini. Jangan menyampaikan informasi kalau belum didukung bukti.
"Dan juga polisi sebaiknya lebih bisa mengungkapkan bukti-bukti yang meyakinkan jika betul Jessica tersangka. Jadi kalau memang ini belum bisa dibuka kepada publik, polisi tidak buru-buru juga untuk mengambil satu kesimpulan," kata dia.
Nezar proses penyidikan kasus Mirna tidak dipengaruhi oleh opini publik.
"Kami harapkan apa yang sudah dikerjakan polisi sejauh ini memang benar hasil investigasi yang profesional dan tidak terpangaruh opini publik yang berkembang di media," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif