Suara.com - Ribuan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok merayakan tahun baru Imlek di Bali dengan menggunakan pesawat charter dari sejumlah maskapai termasuk Garuda Indonesia.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan pihaknya mendapatkan laporan sedikitnya 65 charter flight, yang mengangkut 23.000 wisman Cina dari 11 kota sudah mendarat di Pulau Dewata.
"Sepertinya Bali betul-betul menjadi destinasi favorit dari Negeri Tirai Bambu yang setiap tahun lebih dari 114 juta orang outbond itu," katanya.
Selain Garuda Indonesia yang memboyong 23.000 wisman, angka ini belum termasuk charter dari maskapai lain seperti HongKong Airlines, Shenzen airlines, Air Asia, China Southern, China Eastern, Dragon Air, Cathay Pacific, Eva Air, Singapore Airlines, Brunai Air, dan lainnya.
Pihaknya pun tidak mau kehilangan momentum, untuk memberi kesan terbaik pada wisman Tiongkok yang sudah datang.
Menurut dia, mereka itu bisa menjadi "duta-duta" pariwisata Indonesia bagi komunitasnya di Negeri Kungfu Panda itu.
"Mereka akan bercerita tentang keramahan Bali, kecantikan Pulau Dewata, kehangatan kultur adat Bali, dan akan menjadi viral positif yang menggema ke seluruh pelosok Tiongkok. Kedatangan mereka betul-betul karena proses promosi gencar melalui branding, advertising dan sales tim marketing Kemenpar," katanya.
Oleh karena itu, Menpar Arief Yahya menugaskan jajarannya untuk menyambut wisman yang datang termasuk menyiapkan sekitar 6.000 cindera mata yang bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.
Selain itu ada games yang dipersiapan bagi mereka yang mau melepas tukik (anak penyu), kuda laut, dan menanam coral di laut Bali.
Sejak 2015, Kemenpar giat berpromosi merayakan Imlek di Indonesia.
Promosi gencar dilakukan sejak akhir tahun lalu dan Januari ini.
"Masyarakat di sebelah utara seperti Beijing dan provinsi Heilongjiang memang masih merasakan hawa dingin, di kisaran minus 15 derajat celcius. Mereka lebih suka ber-Imlek di daerah hangat. Indonesia adalah tempat yang paling ideal, dan Bali sangat dikenal di sana," katanya.
Festival Imlek di Bali ini pun didominasi masyarakat daerah tersebut dengan jumlah paling besar berasal Heilongjiang sebanyak 1.000 wisman, lalu diikuti Beijing 500 wisman.
Pada 2016 Kemenpar memasang target kunjungan 1,7 juta wisman dengan target Februari 2016 sebanyak 200.000 kunjungan.
"Tiongkok adalah pasar potensial, pasar besar, karena itu perlu penanganan khusus," ungkap Arief Yahya.
Menurut Arief, wisman Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia baru sekitar 1,14 juta orang setahun, masih jauh tertinggal dari Thailand yang sudah mencapai 8 juta orang.
"Kita ini sudah terlalu lama kalah dengan mereka. Kalau mereka mau ke Thailand, berarti mereka pasti suka juga dengan Indonesia," ungkapnya.
Umumnya turis Tiongkok menyukai wisata berbasis pantai selain wisata belanja.
"Ketika sudah melihat minat, lalu time line liburan Tiongkok, potensi ekonomi, kedekatan sosial dan lainnya, kami lakukan digital marketing. Dengan teknologi digital, implementasi corporate culture 3 S yakni Solid Speed dan Smart semakin mudah dan ditularkan secara konkret," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Bank Rakyat Indonesia Gelar BRI Imlek Prosperity 2026, Pererat Relasi dengan Nasabah Top Tier
-
Potret Malioboro Tampilkan Harmoni dan Toleransi, Antara Ramadan dan Imlek
-
Atraksi Tatung hingga Kuliner Tionghoa Ramaikan Cap Go Meh Little Singkawang di TM Seasons City
-
Peritel Keluhkan Barang Impor Telat Masuk Saat Imlek-Lebaran Berdekatan
-
Ramadan, Imlek hingga Nyepi Bertemu, Ada Festival Lintas Budaya yang Meriah dan Inklusif di Sini
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan