Suara.com - Penyidik Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri sedang meminta keterangan dari para saksi ahli terkait kasus perdagangan organ ginjal secara ilegal di Bandung, Jawa Barat.
"Minggu ini sedang kami lakukan proses permintaan keterangan kepada para saksi ahli dari Ikatan Dokter Indonesia dari Konsil Kedokteran Indonesia dan beberapa staf ahli dari kementerian Kesehatan," kata Kepala Unit Human Trafficking Sub Direktorat III Ajun Komisaris Besar Polisi Ari Darmanto saat ditemui di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2016).
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka yang berinisial DD, Y alias AG, dan HS. Menurut pengakuan ketiga tersangka, orang yang pernah donor ginjal lewat mereka sebanyak 15 orang. Tetapi menurut temuan penyidik di lapangan, jumlahnya hampir 30 orang.
Menurut standar operasional prosedur rumah sakit, pendonor ginjal seharusnya mendapatkan perawatan selama tiga bulan sebelum dibolehkan beraktivitas. Apakah ini dijalankan? ini yang sekarang didalami polisi.
"Bila hal-hal tersebut ada beberapa yang dilanggar, tentu ini ada dua konsekuensi. Yang pertama pelanggaran etika profesi kedokteran dan pelanggaran hukum," kata Ari.
"Kalau memang terkait dengan pelanggaran hukum, kami akan lakukan penegakan hukum. Kami tidak pandang bulu," Ari menegaskan.
Pada Kamis (4/2/2016) lalu, penyidik Bareskrim Mabes Polri menggeledah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk mencari dokumen terkait dengan kasus tersebut. Dari rumah sakit plat merah ini, polisi mengamankan sejumlah dokumen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara