Suara.com - Sepuluh orang tewas sementara 81 lainnya luka-luka dalam tabrakan antara dua kereta penumpang yang terjadi di kawasan Bad Aibling, Jerman, Selasa (9/2/2016) waktu setempat.
Satu penumpang dikabarkan hilang, sedangkan sebanyak 18 korban luka dilaporkan dalam kondisi cedera serius.
Tabrakan ini terjadi pada jam sibuk di jalur kereta antara Kota Bad Aibling dan Kolbermoor di Bavaria, tidak jauh dari perbatasan Jerman-Austria.
Ambulans yang digunakan untuk mengevakuasi korban tidak bisa mencapai tempat kejadian. Kawasan berhutan menuju lokasi, ditambah adanya tebing curam dan sungai di kedua sisi rel mempersulit akses bagi kendaraan medis. Tim evakuasi hanya bisa mengandalkan helikopter untuk mengangkat korban ke rumah sakit terdekat.
Polisi mengatakan, operasi evakuasi bangkai kereta dengan bantuan alat berat akan dihentikan saat malam turun dan dilanjutkan keesokan harinya, pada Rabu (10/2/2016).
Kereta tersebut mengangkut sekitar 100 penumpang yang sebagian besar adalah komuter. Polisi mengatakan, apabila pekan ini bukan masa liburan, tentu penumpang yang dibawa akan jauh lebih banyak jumlahnya.
Menteri Transportasi Jerman Alexander Dobrindt mengatakan, kedua kereta dan relnya sudah dilengkapi dengan sistem rem otomatis. Dobrindt mengatakan, kedua kereta diduga meluncur dengan amat cepat. Ketika memasuki tikungan, kedua masinis diduga tidak melihat satu sama lain.
Polisi masih menolak berkomentar soal penyebab terjadinya tabrakan. Mereka hanya meminta orang untuk mendonorkan darah guna membantu para korban.
Kanselir Jerman Angela Merkel mengaku terkejut atas terjadinya peristiwa ini. Ia menyampaikan rasa belasungkawa bagi keluarga para korban.
"Saya percaya bahwa otoritas terkait akan melakukan apapun yang mereka mampu untuk mencari penyebab terjadinya kecelakaan," kata Merkel seperti dikutip Reuters.
Dobrindt mengatakan, penyelidikan atas kecelakaan ini telah dimulai dan prioritasnya adalah untuk mencari tahu apakah kecelakaan terjadi karena masalah teknis ataukah kesalahan manusia (human error).
Berita Terkait
-
DPR Soroti Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Singgung Perlintasan Liar hingga Sistem Sinyal
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Komut KAI Singgung Ulah Taksi Listrik Hijau dalam Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
-
Wakil Ketua DPR RI Desak Investigasi Menyeluruh Terkait Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
-
Kronologi Lengkap Tabrakan Kereta di Bekasi, Berawal dari Taksi Mogok
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya
-
PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut
-
'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
-
Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli
-
PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya