Kapolri Jenderal Badrodin Haiti [suara.com/Oke Atmaja]
Dalam baku tembak di Poso, Sulawesi Tengah, pada Selasa (9/2/2016) kemarin, tiga orang meninggal dunia. Ketiga orang itu yakni, anggota polisi Brigadir Wahyudi dan dua orang dari kelompok penyerang.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memastikan dua orang yang menyerang polisi dan kemudian tewas merupakan anggota kelompok Santoso.
"Sudah proses, sedang menunggu mencari identitas yang meninggal dua orang itu sehingga dari situ kami tentukan orang-orang lama di sana atau orang baru dari kelompoknya Santoso," katanya.
Kapolri menambahkan anggota saat ini masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang dipimpin Santoso.
Kapolri menambahkan anggota saat ini masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang dipimpin Santoso.
"Santoso pengejaran tetap dilakukan, hampir setiap hari dilakukan pengejaran," katanya.
Ketika ditanya apa kesulitan yang ditemui anggota di lapangan selama proses pengejaran kelompok Santoso, Badrodin mengatakan medan. Medannya sulit ditempuh.
"Kesulitannya geografisnya di gunung dan di hutan itu," kata dia.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Polisi Ditembak di Poso, Mabes Selidiki Kaitan dengan Santoso
-
Baku Tembak Polisi dan Kelompok Teroris Santoso, Tiga Tewas
-
Kejar Santoso, Panglima TNI: Poso Tidak Mungkin Darurat Militer
-
Kapolri Ungkap Dua Penyebab Teroris Santoso Belum Tertangkap
-
Kelompok Santoso Ditakutkan Berkembang Seperti Moro Filipina
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek