- Menteri Sosial Gus Ipul menjelaskan perubahan desil data kesejahteraan calon mahasiswa Unpad terjadi akibat proses pembaruan data nasional.
- Mahasiswa yang kehilangan status penerima KIP Kuliah dapat melakukan pemutakhiran data secara mandiri atau melalui petugas terkait.
- Pemerintah menyediakan jalur tambahan bagi mahasiswa melalui surat keterangan tidak mampu atau penghasilan orang tua di bawah UMR.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) angkat bicara terkait polemik sejumlah calon mahasiswa Universitas Padjadjaran yang kehilangan status penerima KIP Kuliah setelah posisi desil mereka dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) berubah.
Gus Ipul menjelaskan perubahan posisi desil tidak selalu menunjukkan kondisi ekonomi suatu keluarga telah membaik. Menurutnya, perubahan tersebut juga dapat terjadi karena proses pembaruan data kesejahteraan nasional.
"Perubahan posisi desil itu bisa terjadi murni karena pembaruan proporsional data kesejahteraan nasional, bukan semata perubahan penghasilan keluarga yang bersangkutan," kata Gus Ipul di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Ia mengatakan masyarakat yang merasa data kesejahteraannya tidak sesuai masih memiliki kesempatan untuk melakukan pemutakhiran data, baik secara mandiri maupun melalui petugas.
"Para penerima manfaat itu dapat melakukan pemutahkiran, baik lewat petugas atau secara mandiri," ujarnya.
Selain itu, Gus Ipul menyebut pemerintah juga membuka jalur lain bagi calon mahasiswa yang tidak lagi masuk kategori desil penerima KIP Kuliah berdasarkan DTSEN.
Menurut dia, ketentuan tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi nomor 2 Tahun 2026 yang memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk tetap memperoleh KIP Kuliah melalui mekanisme tambahan.
"Ada peraturan dari Kementerian Pendidikan Tinggi yang membuat jalur khusus atau jalur tambahan. Di samping lewat DTSEN juga ada kesempatan dengan memberikan satu keterangan, surat keterangan tidak mampu atau juga surat keterangan penghasilannya di bawah UMR atau UMK," jelasnya.
Gus Ipul meminta para calon mahasiswa tidak khawatir karena masih terdapat mekanisme lain yang dapat ditempuh selama memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Baca Juga: Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
Ia melanjutkan, aturan tersebut juga mengakomodasi calon mahasiswa yang tidak tercatat dalam kelompok miskin maupun rentan miskin, tetapi secara ekonomi memang memenuhi syarat.
"Jika tidak terdata pada kelompok itu, tetap bisa ditetapkan jika penghasilan orang tua atau wali di bawah UMP atau surat keterangan tidak mampu, SKTM, dari desa atau kelurahan. Namun tentu ini masih bergantung pada ketersediaan kuota," kata Gus Ipul.
Belakangan, polemik KIP Kuliah mencuat setelah sejumlah calon mahasiswa Unpad mengaku batal memperoleh bantuan pendidikan tersebut karena status desil mereka berubah setelah pemutakhiran DTSEN.
Perubahan itu membuat mereka tidak lagi memenuhi persyaratan administratif sebagai penerima KIP Kuliah, sehingga memunculkan kekhawatiran tidak dapat melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan biaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut