- Seorang manajer bank berinisial SA mengaku mengalami kekerasan fisik serta perendahan martabat oleh atasannya di lingkungan kantor.
- Kuasa hukum SA menyatakan akan menempuh jalur hukum setelah memberikan pendampingan intensif kepada korban atas peristiwa tersebut.
- Pihak MNC Group membantah tuduhan kekerasan dan akan melaporkan balik SA atas dugaan pencurian dana serta pencemaran nama baik.
Suara.com - Seorang manajer bank swasta berinisial SA mengaku mengalami dugaan kekerasan fisik dan perendahan martabat di lingkungan kerjanya. Video pengakuan korban tersebut beredar di media sosial hingga viral.
Melalui kuasa hukumnya, SA mengungkap dirinya ditampar, dipukul, hingga dipermalukan di hadapan sejumlah orang dalam sebuah pertemuan yang semula membahas persoalan penyelenggaraan dana.
Kuasa hukum korban, Sogi Bagaskara, mengatakan kliennya saat itu awalnya dipanggil terkait dugaan persoalan dalam penyelenggaraan dana. Namun, menurutnya, pertemuan tersebut justru berujung pada tindakan yang diduga melampaui batas.
"Bahkan mulutnya dimasukkan sepatu. Itu bentuk kekerasan yang tidak bisa dibenarkan," kata Sogi kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).
Dalam video yang beredar di media sosial, SA mengaku mendapat perlakuan kasar secara fisik maupun verbal di hadapan sejumlah orang.
Tak hanya itu, ia juga mengaku dipermalukan dengan dipaksa membuka pakaian serta dituduh melakukan berbagai hal yang menurutnya tidak berdasar.
"Saya merasa sangat direndahkan. Kalau memang saya salah, seharusnya dibicarakan baik-baik, bukan dengan kekerasan," tuturnya.
Menurut SA, peristiwa tersebut terjadi di lingkungan kerja dan disaksikan sejumlah orang, termasuk atasannya.
"Tapi tidak ada yang menolong. Saya hanya bisa pasrah," katanya.
Baca Juga: Polisi Ungkap Peran 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Ada Satpam dan Petugas Kebersihan
Meski mengaku menjadi korban dugaan kekerasan, SA dan kuasa hukumnya belum membawa perkara itu ke ranah pidana. Saat ini, mereka mengklaim memilih memprioritaskan pendampingan terhadap korban.
Namun Sogi memastikan laporan polisi akan diajukan dalam waktu dekat setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi korban dan situasi di lokasi kejadian.
Sementara, Legal Counsel MNC Group Chris Taufik menampik pengakuan SA. Ia menegaskan, pernyataan tersebut merupakan fitnah dan pencemaran nama baik.
Taufik menyebut, SA saat ini sedang dalam proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian atas dugaan pencurian dana milik perusahaan.
"Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian dikarenakan adanya dugaan kuat telah mencuri atau mengambil dana milik MNC Bank," ungkapnya.
Ia menyesalkan pernyataan SA yang dinilainya bersifat tendensius dan patut diduga sebagai upaya untuk mengaburkan masalah sebenarnya. Karena itu, ia juga berencana melaporkan SA ke aparat kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!
-
Bareskrim Rampungkan Berkas Kasus Impor Handphone Ilegal, Tiga Tersangka Segera Disidang