Suara.com - Jajaran Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan dan pemerasan di Jalan Kemang Raya, Depan ATM BCA Bekasi, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
Kasubdit Resmob Ditreskitmum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Eko Hadi Santoso mengatakan, delapan pelaku yang ditangkap di antaranya yakni satu orang oknum polisi, tiga orang oknum TNI dan empat warga sipil.
"Satu di antaranya ialah anggota Unit Reskrim Polsek Mampang, bernama Feri Guntara (31)," kata Eko kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Minggu (14/2/2016).
Terkait keterlibatan oknum TNI, Eko mengatakan sudah berkoordinasi dengan Polisi Militer TNI Angkatan Laut (Pomal) dan Provost Marinir.
"Untuk anggota Marinir, kami sudah berkoordinasi dengan Pomal Lantamal III dan Intel atau Provost Marinir Cilandak," kata dia.
Delapan pelaku yang diringkus diantaranya Feri Guntara (31), Ahmad Sofyan (31), Muhammad Fajarudin (24), Aidil Putra (39) dan pacar Feri bernama Aldilla Intan Farino (29). Dari keterangan Feri, tiga oknum TNI yang terlibat dalam kasus ini adalah Wahyu, Gio dan Roji.
Adapun kasus ini berawal dari ajakan Feri yang berpura-pura sedang mendapatkan tugas untuk menggerebek lokasi bandar narkoba di daerah Bekasi. Lantas, beberapa kawannya dan juga tiga oknum TNI ikut serta dengan ajakan Feri.
"Kemudian Feri mengajak para tersangka lain untuk ikut serta di dalam rencananya," kata Eko.
Korban bernama Agustinus sudah diintai para pelaku saat dirinya sedang mengecek saldo di ATM BCA, Kemang Pratama, Kamis (11/2/2016) sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu korban sendiri mengendarai mobil Toyota Yaris bernopor polisi B 1552 FFM.
"Pada saat kembali ke mobil, para tersangka menahan pintu mobil dan mengatakan 'diam kamu, saya dari Narkoba Polda, kamu sudah saya incar lama," kata Eko.
Saat di dalam mobil tersebut, lanjut Eko, beberapa pelaku langsung memukuli korban dan mengapit korban di kursi mobil bagian belakang.
"Mobil korban diambil alih oleh pelaku dan dibawa ke Jalan A. Yani, arah belakang stadion Bekasi. Para pelaku meminta ATM milik korban, serta meminta uang sebesar Rp 50 juta," kata dia.
Selang beberapa menit kemudian, datang dua mobil Avanza merah dan Ford Escape Putih. Dari dua mobil tersebut turun empat pelaku lain yang langsung mendekati korban.
Tidak hanya dipukuli, kata Eko, salah satu pelaku juga sempat menodongkan senjata api jenis revolver ke bagian lutut korban.
"Para pelaku berhasil menggasak uang Rp 3 juta, I phone berikut mobil milik korban," katanya.
Setelah menggasak uang dan bawaan korban, para pelaku dibawa korban masuk ke dalam Tol samping Bekasi Square, kemudian para pelaku menurunkan korban di samping tol tersebut sekitar pukul 01.30 WIB.
Tak hanya menangkap para pelaku, polisi juga telah mengamankan barang bukti beberapa senjata api dan senjata tajam yang diduga digunakan untuk melakukan pencurian dan pemerasan terhadap korban.
"Diantaranya, satu senjata api revolver milik Feri (senpi organik Polri), sembilan amunisi kaliber 38 special, satu mobil Ford Escape putih, sembilan telepon genggam (satu punya korban dan delapan milik tersangka dan satu pisau lipat)," kata Eko.
Atas perbuatannya itu, para pelaku terancam dikenakan dengan Pasal 365 KUHP dan Pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pemerasan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal