Rapat paripurna DPR [suara.com/Bagus Santosa]
Besok, Kamis (17/2/2016), Dewan Perwakilan Rakyat akan menyelenggarakan rapat paripurna. Salah satu agenda yang akan dibahas ialah revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Semua sudah sesuai agenda, usulan kami hanya empat poin. Akan dibahas lebih lanjut di panja, kalau ada yang dirasa kurang, atau melemahkan, pasti kita juga protes," ujar anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Risa Mariska di gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/2/2016).
Risa menegaskan PDI Perjuangan tak takut kehilangan suara pemilih di pemilihan legislatif karena telah mendukung revisi UU KPK. Menurutnya, PDI Perjuangan sudah mendapatkan amanah untuk bekerja sesuai porsi.
"Revisi itu, kami gunakan hak kami, fungsi kami ketika lihat hal-hal yang kurang. KPK dibentuk saat zaman bu Mega, amanah agar bisa bekerja dengan proporsional. Kalau takut kehilangan suara, nggak begitu," katanya.
Risa mengatakan tidak ada lobi-lobi jelang rapat paripurna.
"Lobi, nggak juga. Di baleg (badan legislasi) sudah mendengarkan semua fraksi. Mendekati, nggak juga. Nggak setuju alasannya apa, kami jelaskan ini pasal apa yang direvisi," kata Risa.
Risa yakin fraksinya akan tetap solid mendukung revisi UU KPK menjadi inisiatif DPR, besok.
"Dari fraksi kami, solid. Beberapa fraksi juga sama solid. Ini poin buat kami, tiga (fraksi) yang tidak setuju alasannya apa? Lihat besok, pasti seru," kata Risa.
"Semua sudah sesuai agenda, usulan kami hanya empat poin. Akan dibahas lebih lanjut di panja, kalau ada yang dirasa kurang, atau melemahkan, pasti kita juga protes," ujar anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Risa Mariska di gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/2/2016).
Risa menegaskan PDI Perjuangan tak takut kehilangan suara pemilih di pemilihan legislatif karena telah mendukung revisi UU KPK. Menurutnya, PDI Perjuangan sudah mendapatkan amanah untuk bekerja sesuai porsi.
"Revisi itu, kami gunakan hak kami, fungsi kami ketika lihat hal-hal yang kurang. KPK dibentuk saat zaman bu Mega, amanah agar bisa bekerja dengan proporsional. Kalau takut kehilangan suara, nggak begitu," katanya.
Risa mengatakan tidak ada lobi-lobi jelang rapat paripurna.
"Lobi, nggak juga. Di baleg (badan legislasi) sudah mendengarkan semua fraksi. Mendekati, nggak juga. Nggak setuju alasannya apa, kami jelaskan ini pasal apa yang direvisi," kata Risa.
Risa yakin fraksinya akan tetap solid mendukung revisi UU KPK menjadi inisiatif DPR, besok.
"Dari fraksi kami, solid. Beberapa fraksi juga sama solid. Ini poin buat kami, tiga (fraksi) yang tidak setuju alasannya apa? Lihat besok, pasti seru," kata Risa.
Ada poin revisi yang menjadi perdebatan, yakni pembentukan dewan pengawas KPK, kewenangan KPK dalam mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan, kewenangan KPK dalam mengangkat penyelidik, penyidik, dan penuntut umum, dan yang terakhir soal pengaturan penyadapan. [Lisa Leonard]
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Sampai di Indonesia, Jokowi Segera Gelar Rapat Revisi UU KPK
-
Disela-sela Kunker di AS, Jokowi Pantau Revisi UU KPK oleh DPR
-
Demokrat Tetap Menolak Revisi UU KPK, Ini Penjelasan Ibas
-
DPR: Ketua Fraksi Konsisten Rapat Paripurna Kamis Lusa
-
Pro Kontra Revisi UU KPK, JK: Pemerintah dan DPR Beda Pandangan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan