Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melibatkan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengkaji pergerakan tanah di Cisompet, Garut, Jawa Barat.
"Tim PVMBG diterjunkan untuk meneliti peristiwa pergerakan tanah yang terjadi Jumat (19/2), yang menyebabkan warga mengungsi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Dadi Djakaria melalui telepon seluler, Senin.
Ia menuturkan tim PVMBG sudah diterjunkan ke lokasi bencana Dusun Ciawi dan Lengkong, Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Minggu (21/2).
Tim, lanjut dia, fokus melakukan penelitian di dua dusun tersebut yang banyak permukiman rumah penduduk rusak dan terancam terkena dampak bencana.
"Nanti hasilnya bagaimana kita tunggu dari pengkajian mereka," katanya.
Ia menjelaskan tujuan dari penelitian tanah itu sebagai acuan untuk menentukan kebijakan pemerintah daerah dalam merelokasi warga yang terkena dampak bencana.
Jika hasil kajian daerah tersebut merupakan zona rawan bencana, kata Dadi, maka pemerintah akan merelokasi semua warga yang tinggal di daerah itu.
"Penelitian dari tim PVMBG ini akan menjadi acuan kami pemerintah untuk menentukan langkah berikutnya," kata Dadi.
BPBD Kabupaten Garut mencatat ada 243 rumah yang berada di lokasi pergerakan tanah dengan jumlah kerusakan sebanyak 127 rumah terdiri dari 43 rumah permanen mengalami retak-retak pada dinding dan 84 rumah panggung bergeser atau miring.
Selain itu tercatat ada 116 rumah warga yang terancam terkena dampak bencana pergerakan tanah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran