Suara.com - Seorang perempuan yang dituduh memenggal balita dan memamerkannya di depan warga Moskow, Rusia, beberapa hari lalu, mengungkap alasan dirinya melakukan aksi brutal tersebut. Gyulchekhra Bobokulova, si perempuan, menyebut perbuatannya sebagai balas dendam atas tewasnya umat Muslim dalam serangan udara Rusia di Suriah.
Pengakuan tersebut disampaikan Bobokulova dalam sebuah video yang diunggah ke internet pada Kamis (3/3/2016) waktu setempat. Lewat video tersebut, si perempuan asal Uzbekistan menguraikan secara detil soal insiden yang melibatkannya itu.
"Saya membalas mereka yang menumpahkan darah," kata Bobokulova kepada pewawancara dalam video.
"Putin (Presiden Rusia Vladimir Putin) menumpahkan darah, pesawat-pesawatnya melancarkan pengeboman. Mengapa umat Muslim dibunuh? Mereka juga ingin hidup," sambung perempuan itu.
Tidak dapat dipastikan kapan wawancara tersebut dilakukan. Namun, Bobokulova tampak terlihat mengenakan pakaian yang sama dengan yang ia kenakan di pengadilan hari Rabu (2/3/2016).
Video ini justru beredar di internet. Tidak ada satupun televisi nasional yang menayangkan video ini dalam tayangannya.
Bobokulova diringkus polisi setelah sekitar jam berkeliling jalanan Moskow sambil menenteng potongan kepala balita korbannya. Korban tak lain adalah balita yang ia asuh. Korban bernama Nastya Meshcheryakova (4), putri dari pasangan suami istri Vladimir Meshcheryakov dan Ekaterina Meshcheryakova. Bobokulova sudah bekerja selama beberapa bulan di keluarga tersebut.
Kepada aparat, Bobokulova mengakui semua perbuatannya. Ia mencekik Nastya sebelum menggorok lehernya hingga putus dengan pisau dapur. Ia membawa kepala Nastya pergi dan meninggalkan tubuhnya di apartemen tempat keluarga tersebut tinggal.
Polisi sejauh ini sudah meminta keterangan dari pihak kerabat dan orangtua Bobokulova di Samarkand, Uzbekistan. Polisi juga belum menemukan bukti keterlibatan Bobokulova dengan organisasi teroris manapun kendati perempuan tersebut sempat berteriak-teriak bahwa dirinya adalah teroris dan akan meledakkan bom.
Terkait apa yang diklaim sebagai alasan Bobokulova, Rusia memang sudah ikut ambil bagian dalam konflik yang tengah terjadi di Suriah sejak bulan September tahun lalu. Rusia, yang membekingi pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad, sudah melancarkan serangan udara terhadap ISIS, juga sebagian kelompok pemberontak yang dibekingi Amerika Serikat dan sekutunya. (Reuters)
Berita Terkait
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Warga Rusia Dibatasi Beli Bensin Usai Serangan Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow
-
AS-Iran Sudah Damai, Rusia Masih Perang, Kilang Minyak Moskow Hancur Dihantam Drone Ukraina
-
Kapal Perang Rusia Lepas Tembakan Peringatan ke Jacht Inggris di Jalur Pelayaran Selat Inggris
-
Sorotan Tajam Piala Dunia 2026: Kontroversi Visa AS dan Bayang-Bayang Kesuksesan Rusia 2018
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan