Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 18 orang saksi di Mapolresta Medan, Sumatera Utara, Kamis terkait dugaan penerimaan suap yang dilakukan Gubernur Sumut nonaktif Gatot Pudjo Nugroho.
"Ya, memang benar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa 18 orang pejabat di Sumut," kata Pelaksana Harian Humas KPK Yayuk Andriani ketika ditanya wartawan di Medan, Kamis (3/3/2016).
Dia menjelaskan, ke-18 pejabat yang diperiksa itu merupakan saksi yang diduga mengetahui aliran dana dugaan suap tersebut.
"Dalam pemeriksaan pada hari ini, mereka itu masih berstatus sebagai saksi," ujar Yayuk seperti dikutip Antara.
Sementara itu, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto ketika ditanya terkait pemeriksaan para pejabat Sumut itu membenarkannya.
"Memang ada pemeriksaan dilakukan KPK. Tapi, KPK hanya meminjam ruangan di Sat Reskrim Polresta Medan," ucap Kombes Pol Mardiaz.
Meski demikian, Mardiaz mengaku tak mengetahui materi pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK.
"Saya tidak mengetahui jumlah yang diperiksa KPK. Sebab mereka hanya meminjam ruangan untuk pemeriksaan," kata mantan Kapolres Madina itu.
Dari 18 orang yang diperiksa itu, beberapa diantaranya yakni Ahmad Fuad Lubis, Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut, Benny Miraldy, Dosen Fakultas Agama Islam UISU dan mantan anggota DPRD Sumut tahun 2009-2014.
Kemudian, Muhammad Rasadi Nasution, Kasubbag Perundang-undangan dan Rapenda, Sekretaris DPRD Sumut, Mulyani mantan anggota DPRD tahun 2009-2014, dan Yan Syahrin mantan anggota DPRD Sumut 2009-2014.
Berita Terkait
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya