Suara.com - Sebanyak 34 orang tewas ketika gedung lima lantai ambruk di Lagos, Nigeria, pada Selasa pagi (8/3/2016), demikian konfirmasi pemerintah lokal pada Rabu.
Ibrahim Farinloye, Juru Bicara Regional Badan Penanganan Keadaan Darurat Nasional (NEMA), mengatakan operasi pertolongan berakhir pada 19.20 waktu setempat. Sebanyak 34 orang tewas dan 13 orang berhasil diselamatkan.
Korban jiwa diperkirakan adalah pekerja bangunan.
Penyelidikan mengenai penyebab ambruknya bangunan itu masih dilakukan, kata pejabat tersebut.
Sebelumnya, Farinloye mengatakan 23 orang tewas akibat ambruknya bangunan itu, sementara 13 orang diselamatkan selama operasi pertolongan.
Bangunan yang sedang dibangun di daerah Lekki-Phase 1 di negara itu, ambruk di tengah hujan lebat.
Polisi setempat telah menangkap kontraktor yang menangani proyek pembangunan tersebut, kata perempuan Juru Bicara Komando Polisi Negara Bagian Dolapo Badmus.
Perempuan itu mengatakan kontraktor yang diidentifikasi sebagai Taiwo Odofin, saat ini sedang diperiksa.
Bangunan ambruk bukan peristiwa langka di Nigeria, dan seringkali disebabkan oleh ptaktek pembangunan yang buruk. Data resmi menyebutkan bahwa lebih dari 100 orang tewas tewas akibat bangunan ambruk di seluruh Nigeria tahun lalu. (Antara/Xinhua-OANA)
Tag
Berita Terkait
-
Bangunan Parkir 2 Lantai Runtuh di Koja, Polisi Turun Tangan Selidiki
-
Gedung Parkir Berlantai Dua Ambruk di Jakut, Bocah Ketakutan Dengar Suara Retakan
-
Teras Gedung Kantor Bupati Brebes Runtuh, Polisi Usut Tuntas Penyebabnya
-
Kronologi Horor di Kantor Bupati Brebes: Asyik Lomba Layangan, Teras Gedung Tiba-tiba Runtuh
-
Tragedi Minggu Pagi, Atap Gedung Rp120 Miliar KPT Brebes Ambruk, Warga dan Pekerja Jadi Korban
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua
-
Kasatgas Tito Karnavian Pastikan Pemulihan Sekolah Pascabencana di Tapanuli Tengah
-
Hari Kesembilan OMC, BPBD DKI Intensifkan Mitigasi Cuaca Ekstrem Lewat Tiga Penerbangan
-
Korban Longsor Gunung Burangrang Bertambah jadi 10 Orang
-
Saleh Daulay: Reshuffle Kabinet Hak Konstitusional Presiden Prabowo
-
Longsor Pasirlangu: Pemkab Bandung Barat Aktifkan Status Darurat, 82 Warga Masih Dicari