Suara.com - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mujiono mengatakan, para tersangka pencuri kabel di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sanggup bertahan hingga beberapa hari di dalam gorong-gorong.
"Mereka masuk gorong-gorong ada yang bertahan bisa dua hari, sehari ada juga, paling sedikitnya bertahan 10 jam," kata Mujiono.
Mujiono menambahkan, para pencuri sisa kabel tersebut sudah melakukan pemantauan sebelum beraksi. Mereka menanti hingga proyek pembongkaran maupun pemasangan kabel yang dilakukan sejumlah instansi rampung dilakukan.
"Di bawah itu banyak sekali kabel, baik Telkom maupun PLN. Ya kabel kabel ini banyak sekali, makanya ke depan perlu diatur khusus supaya di bawah Jakarta ini nggak ada timah, tembaga yang tersisa karena sisa-sisa kabel," kata Mujiono saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (11/3/2016).
Oleh karena itu, lanjut Mujiono, pihaknya tidak heran bila sisa-sisa kabel yang ditemukan dalam gorong-gorong mencapai 26 truk. Selain itu, kata Mujiono, masih ada kelompok pencurian kabel lain yang belum terungkap.
"Pelakunya cukup banyak dilakukan dalam waktu cukup lama, bukan sehari dua hari, tapi berbulan bulan, ada yang lima bulan sampai delapan bulan. Untuk itu doakan saja dalam waktu singkat kelompok lain bisa kita ungkap semua," Ujar Mujiono.
Lebih lanjut, kata Mujiono, para tersangka pencuri sisa kabel menjual hasil kejahatan mereka di wilayah Jakarta.
"Jadi barang ini cukup laku di Jakarta baik timah maupun tembaga," kata Mujiono.
Sebelumnya Polda Metro Jaya menangkap enam tersangka pencuri tembaga kabel di gorong-gorong Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, terungkap. Mereka berinisial STR (45), MRN (34), SWY (45), AP (28), RHM (43), dan AT (48), Dua tersangka, RHM dan AT, merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2015. Kedua orang ini berprofesi sebagai pemulung.
Berita Terkait
-
Detik-detik Penangkapan 2 Warga Citayam Pencuri Kabel Kereta Api Bertegangan Tinggi
-
Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Jakarta, Pramono Ogah Penjarakan Pelaku: Humanisme Penting!
-
Waspadai Bersama, Pencurian Kabel Dapat Berdampak Kehilangan Nyawa hingga Kerugian Bisnis
-
Maling Apes! Niat Mencuri Kabel Berakhir Tersengat Listrik, Jasad Ditemukan Warga saat Ingin BAB di Kali
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba