Suara.com - Paus Francis menyerukan negara-negara Eropa untuk 'membuka hati dan membuka pintu' mereka bagi jutaan imigran Timur Tengah yang saat ini terjebak di wilayah perbatasan. Menutup wilayah perbatasan Eropa, menurut Paus, sama saja 'membuang' Tuhan.
Lebih dari 1 juta imigran hijrah ke sejumlah negara kaya di Eropa pada 2015 menyusul konflik berkepanjangan di Afghanistan, Suriah dan Irak. Akibat nya, ribuan migran terjebak di wilayah perbatasan Yunani dan Macedonia.
"Berapa ribu orang saudara kita yang kini menjalani hidup penuh drama dalam keterasingan, jauh dari kampung halaman mereka. Padahal reruntuhan rumah (akibat perang) masih membayang di pelupuk mata mereka," kata Paus Francis di St. Peter Square, Vatikan seperti dikutip laman Reuters.
"Para imigram menderita di luar sana, tanpa makanan, dan tak bisa masuk (ke Eropa). Mereka merasa seperti tak diterima. Saya berharap pemimpin negara mau membuka hati dan pintu mereka," lanjutnya.
Dalam pidatonya di hadapan ribuan jamaah Katolik di St. Peter Square, Paus mengimbau pemimpin Eropa membuka daerah perbatasan dan mengijinkan migran masuk ke wilayah mereka.
"Begitu banyak laki-laki, perempuan dan anak-anak tak bersalah yang menderita di luar sana. Mereka tertahan di perbatasan karena ada begitu banyak pintu dan hati yang tertutup," ujarnya lagi.
Seperti diketahui, Uni Eropa dan Turki sepakat menutup daerah perbatasan mereka untuk menghentikan gelombang pengungsi dari Timur Tengah. (Reuters)
Berita Terkait
-
L'Oreal Brandstorm 2026: Anak Muda ITB Wakili Indonesia ke Paris Lewat Inovasi Parfum Pintar
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek