Suara.com - Ketua Bidang Optimalisasi Aset DPP PPP Hasan Husairi Lubis mengatakan partainya tidak membatasi kader yang ingin maju ke bursa Pilkada DKI Jakarta yang akan diselenggarakan pada Februari 2017. Tetapi untuk saat ini, belum menggadang-gadang mereka karena partai berlambang kabah sedang fokus menyelesaikan masalah internal.
"Saat ini dari internal partai sudah ada beberapa kader yang ingin maju. Silakan. Tetapi sekarang partai belum lakukan penjaringan karena masih konsentrasi penyelesaian masalah. Insya Allah sesuai amanah munas dan mahkamah partai, kami akan laksanakan muktamar pada April 2016. Setelah itu, barulah melakukan penjaringan siapa nanti yang layak dan pantas untuk diusung memimpin Jakarta lima tahun yang akan datang," kata Hasan kepada Suara.com, Minggu (20/3/2016).
Nama yang belakangan sering disebut-sebut adalah Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung), sekarang muncul nama baru yaitu anggota Komisi VII DPR Joko Purwanto.
Hasan mengatakan meski penjaringan bakal calon gubernur dari PPP baru sekitar bulan Mei, partainya tidak akan kehilangan banyak kesempatan.
Hasan mengatakan partainya akan mengutamakan penjaringan terhadap kader internal, baru kemudian eksternal.
"Ini menguntungkan bagi umat, khususnya kader PPP," katanya.
Setelah muktamar, PPP akan menyelenggarakan survei untuk membaca tingkat elektabilitas masing-masing kader.
"Siapa pun kader, kami akan saring, akan dihitung. Mencari siapa yang elektabilitasnya dan kesiapannya lebih baik," kata Hasan.
PPP merupakan salah satu partai yang tingkat perolehan kursi di DPRD DKI Jakarta banyak. Fraksi PPP memiliki sebanyak 10 kursi.
Sementara syarat untuk mengajukan calon gubernur Jakarta sendiri paling sedikit harus memiliki 22 kursi. Dengan kata lain, PPP harus berkoalisi dengan partai lain.
Partai mana yang nanti akan diajak koalisi, PPP belum memutuskannya.
Tak mau kehilangan panggung, sambil menunggu partai mengusung, Lulung pun mempersiapkan diri maju lewat jalur independen. Dia meresmikan Jaringan Suka Haji Lulung.
Tokoh lain yang sekarang paling siap maju lewat jalur independen ialah Basuki Tjahaja Purnama yang berpasangan dengan Heru Budi Hartono. Ahok didukung relawan Teman Ahok yang sekarang sedang berjuang mencari tiket buat mengusung Ahok-Heri lewat pengumpulan fotokopi KTP warga Jakarta. Walau Ahok maju lewat jalur independen, ada dua partai politik yang sudah resmi mendukung, Partai Nasional Demokrat pimpinan Surya Paloh dan Partai Hati Nurani Rakyat pimpinan Wiranto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan