Suara.com - Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi menangkap enam pengedar sabu-sabu seberat 2,5 kilogram di Jambi.
Para tersangka ditangkap di Desa Seberang Jaya, Kecamatan Pelayang, Kabupaten Bungo, kata Kepala Bidang Pembarantasan BNN Jamb Marlian Ansori, di Jambi, Senin.
Keenam tersangka itu adalah Tarmizi, Joharta, Suherman, Faisal, Ratna Ambara, dan Sumarni yang diketahui mereka adalah kaki tangan dari bandar besar asal Aceh yang masih memiliki hubungan keluarga.
Penangkapan para pelaku berawal dari penangkapan tersangka Joharta alias Jujuk beberapa hari lalu dimana tersangka merupakan pengedar sabu di Pulau Kampung, Kabupaten Bungo.
Petugas BNN Jambi bersama Polres Bungo melakukan pengembangan dengan menangkap Suherman, Faisal, Ratna Ambara, dan Sumarni diamankan di tempat terpisah namun masih berada di lokasi Kampung Sabu tersebut.
Mereka langsung digiring petugas ke kantor BNNP Jambi. Penangkapan para bandar sabu-sabu jaringan luar provinsi tersebut merupakan target BNN Jambi yang telah lama dikejar.
Dari pengakuan pelaku, sebelum diamankan, mereka membawa sabu-sabu dari Aceh seberat 2,5 kilogram (Kg) dan telah disebar di beberapa daerah di Jambi, kata Marlian.
Para tersangka membawa barang terlarang tersebut dari Aceh menuju Jambi menggunakan jalur darat dengan beberapa kali transit di beberapa lokasi untuk mengelabui petugas.
Barang bukti yang berhasil diamankan BNN Jambi yakni 23 gram sabu-sabu yang telah dikemas dalam bungkus plastik kecil. Selama dua bulan di Jambi, mereka sudah empat kali membawa sabu-sabu ke Jambi.
Para tersangka berikut barang bukti diamankan di Markas BNN Jambi guna dilakukan pengembangan lebih lanjut. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan
-
Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!
-
Teror Cairan Kimia di Cempaka Putih: Saat Pelajar Jadi Korban Serangan Acak Teman Sebayanya
-
Isak Tangis di Pusara Kopilot Smart Air: Keluarga Pertanyakan Keamanan Bandara Usai Penembakan KKB
-
KPK Minta Saksi Lapor ke Dewas Terkait Dugaan Penyidik Minta Uang Rp10 Miliar