Suara.com - Aung San Suu Kyi terlarang untuk menjabat presiden dan diharapkan tidak mengambil posisi menteri. Namanya masuk dalam daftar 18 orang yang dikirim ke parlemen oleh Presiden Kyw Htin.
Menurut laporan BBC, Suu Kyi akan memimpin urusan luar negeri, energi, pendiikan dan menjadi menteri di kantor presiden. Tidak ada perempuan lain yang ditunjuk masuk ke kabinet.
Konstitusi Myanmar disusun oleh militer untuk mencegah Suu Kyi menjadi presiden karena dua orang putranya memiliki paspor Inggris.
Meskipun berminggu-minggu melakukan negosiasi, partai NLD tak bisa membujuk militer agar menegaskan Suu Kyi bisa menjalankan pemerintahan baru.
Dia bisa melakukan itu hanya dengan menjadi menteri di kantor presiden, duduk di sebelah orang dekatnya, Htin Kyaw dan bilang apa yang harus dilakukan oleh Htin Kyaw.
Suu Kyi juga telah memiliki 4,5 bulan untuk berpikir siapa yang harus mengarahkan prioritas terbesar, reformasi pendidikan.
Dia juga telah memiliki waktu untuk mempertimbangkan siapa yang harus mengawasi aset vital energi, dan siapa yang harus mewakili Myanmar di Konferensi Tingkat Tinggi.
NLD meraih kursi mayoritas di parlemen, sedangkan militer otomatis meraih kursi sebanyak 25 persen.
Jika Suu Kyi menjadi menteri luar negeri, di bawah struktur politik yang komplek Suu Kyi harus mundur dari keanggotannya di parlemen dan juga tak terlibat dengan semua kegiatan NLD.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan
-
12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta
-
Salah Sasaran, 2 Pemuda Dikeroyok karena Disangka Begal di Baleendah
-
Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
-
Jalan Senyap ke Bantaran Rel Senen, Pengamat: Prabowo Jungkirbalikkan Konsep Blusukan
-
Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!
-
Artis Legenda JAV Ditangkap Polisi karena Curi Roti Lapis Rp 31 Ribu
-
Akibat Panas Esktrem, Makam Kuno dan Desa yang Hilang Tahun 1974 di Pedu Muncul Lagi
-
Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal
-
Cerita Perantau Tempuh Perjalanan Panjang hingga Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Mudik Lebaran