Suara.com - Ratusan kader partai Liga Nasional Demokrasi (NLD), yang dibentuk oleh pemenang nobel perdamaian Aung San Suu Kyi, resmi menjadi anggota parlemen Myanmar pada Senin (1/2/2016).
NLD berhasil memenangi 80 persen kursi parlemen dalam pemilihan umum pada November lalu, dan dengan demikian mampu membentuk pemerintahan demokratis pertama sejak 1962 saat militer menguasai negara tersebut.
Meskipun demikian konstitusi di Myanmar mengharuskan NLD berbagi kekuasaan dengan pihak militer, yang dahulunya sering melanggar hak politik Suu Kyi dan pejuang demokrasi lainnya.
Pemerintahan bentukan NLD akan mulai bekerja pada April setelah parlemen memilih presiden.
"Ini adalah parlemen Myanmar pertama yang dipilih oleh rakyat," kata Pyon Cho, seorang anggota dewan terpilih yang sempat menghabiskan 20 tahun di penjara karena terlibat dalam kelompok anti-junta Mahasiswa Generasi 88.
"Kami mempunyai kursi mayoritas. Kami mempunyai tanggung jawab memenuhi janji dan mengubah hidup orang banyak di negara ini," kata dia.
Proses nominasi presiden akan dimulai pada akhir bulan ini.
Dalam konstitusi 2008, Suu Kyi tidak bisa menjadi presiden karena mempunyai anak yang bukan warga negara Myanmar. Sampai sejauh ini dia tidak mengungkapkan siapa yang akan dicalonkan dari partainya.
Suu Kyi menegaskan bahwa dia akan berada "di atas presiden" dan mengontrol penuh pemerintahan. NLD belum menjelaskan bagaimana dia akan melakukannya.
Masing-masing parlemen dalam sistem bikameral Myanmar akan memilih satu kandidat presiden. Di sisi lain, pihak militer yang menguasai seperempat kursi juga akan mengajukan nominasinya sendiri.
Rapat paripurna yang diikuti oleh tiga kamar parlemen itu kemudian akan menjadi penentu siapa yang akan menjadi presiden dari tiga kandidat melalui voting. Dua calon yang kalah akan menjadi wakil presiden.
Harapan masyarakat Myanmar sangat tinggi bagi Suu Kyi, seorang tokoh yang pernah menjalani tahanan rumah selama 15 tahun setelah NLD memenangi pemilu tahun 1990. Junta tidak pernah mengakui hasil tersebut.
Sebanyak 51,5 juta penduduk Myanmar berhadap NLD dapat mengatasi semua persoalan, dari transformasi ekonomi yang terhambat akibat isolasi puluhan tahun sampai perdamaian bagi beberapa negara bagian dari konflik etnis.
"Mereka (rakyat) berhadap semua persoalan akan secara otomatis selesai setelah NLD membentuk pemerintahan," kata Shwe Mann, mantan ketua parlemen Myanmar, yang dekat dengan Suu Kyi meski juga merupakan mantan pemimpin Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan bentukan junta militer.
"Untuk berhasil, mereka harus memilih orang yang tepat dan menempatkannya di posisi yang pas. Ini juga merupakan kekhawatiran saya karena akan menentukan prestasi pemerintah Suu Kyi," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
-
Menang 3-0 atas Myanmar, Nova Arianto Tetap Evaluasi Timnas Indonesia U-19
-
Timnas Indonesia U-19 Menang Besar, Nova Arianto Belum Puas dengan Performa Pemain
-
Hasil Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Bantai Myanmar
-
Fakta-fakta Laga Pertama Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2026, Sekuat Apa Myanmar?
-
Jam Berapa Kick Off Timnas Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19 2026 Malam Ini?
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
-
Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap