Suara.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PKS Fahri Hamzah dipecat dari keanggotaan partainya, antara lain karena sejumlah pernyataannya dianggap kontroversial, kontraproduktif, dan tidak sejalan dengan arahan partai.
Dalam konferensi pers siang ini di DPR, Fahri tidak menerima begitu saja keputusan partainya.
"Kalau kata-kata saya, saya sudah bilang itu persoalan gaya. Kalau gaya kemudian menjadi bagian-bagian pasal hukum, berarti kita kembali ke zaman kegelapan. Gaya ini sudah jadi bagian khazanah bangsa Indonesia," kata Fahri.
Fahri terus mempertanyakan alasan partainya memutuskan memberhentikannya dari seluruh struktur partai.
"Jadi ada apa sehingga layak saya diberhentikan dari jenjang seluruh keanggotaan partai," kata dia.
Fahri merasa tidak mendapatkan keadilan karena ada kader partainya yang jelas-jelas melakukan kesalahan, tetapi tetap diberhentikan.
Fahri mengatakan dalam pertemuan-pertemuan dengan ketua majelis syuro partai, Fahri mengaku selalu menjaga suasana agar tetap dialektif.
"Saya tidak punya tradisi menjilat, saya tidak mau mengagung-agungkan sopan santun lebih penting dari kebenaran. Saya bicara apa adanya. Oleh sebagian orang, gaya bicara ini dianggap teror, kurang ajar," kata Fahri.
Fahri menegaskan sebagian anggota partai maupun anggota dewan, tidak ada catatan pelanggaran yang dilakukannya.
"Yang terjadi seolah-olah ini ada keinginan pribadi, pimpinan partai, yang tidak saya penuhi. Mungkin karena tekanan atau apa," katanya.
Dalam penjelasan secara tertulis, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman membeberkan sejumlah pernyataan Fahri sebagai wakil PKS di DPR yang dinilai kontroversial.
Pertama, Fahri pernah menyebut "rada-rada bloon‟ untuk para anggota DPR RI.
"Pernyataan ini diadukan oleh sebagian anggota DPR RI ke Mahkamah Kehormatan Dewan dan dikemudian hari FH diputus oleh MKD melakukan pelanggaran kode etik ringan," demikian pernyataan tertulis Sohibul.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang