News / Metropolitan
Senin, 04 April 2016 | 13:07 WIB

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok mengakui Jakarta belum mampu merapkan ujian nasinal berbasis komputer di semua sekolah. Sebab banyak hal yang belum siap.

Di antaranya tidak tersedianya tempat dan unit komputer yang memadai. Sebenarnya sejumlah universitas telah menawarkan tempat untuk melaksanakan Ujian Nasional berbasis Komputer.

"Sebetulnya tahun ini bisa kalau kita mau pakai di swasta. Ada beberapa universitas menawarkan kita. Ujian di tempat mereka. Misal Binus, sekolah komputer kan lengkap," ujar Balai Kota, Jakarta (4/4/2016).

Lebih lanjut dirinya berharap tahun 2017 seluruh sekolah bisa menerapkan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer. Namun, belum tersedianya prasarana seperti komputer untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Selain itu, sebanyak 47 persen infrastruktur gedung sekolah kurang memadai, yang menjadi kendala belum diterapkannya sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer.

"Kita mau tahun depan paperless. Kendalanya pembelian komputer. Sekarang kita 47 persen gedung jelek. Gedung jelek kalau punya komputer, kena air, nanti rusak kan dibongkar lagi. Tanggung kan, kita ingin penghematan luar biasa, "ucapnya

Namun kata Ahok, jika infrastruktur gedung sekolah belum selesai dan belum tersedianya prasarana komputer di sekolah - sekolah, bisa bekerja sama dengan pihak universitas dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer.

"Tahun depan kalau bangunan belum siap, kita di universitas. Hanya hitungan jam kok, dia kan punya lab komputer, tinggal masuk. Tapi harus buat Mou biar nggak fitnah. Tahu-tahu yang ujiannya di swasta nilainya bagus semua, nanti jadi gosip lagi," kata mantan Bupati Belitung Timur.

Load More