Suara.com - Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan 2016, belum banyak tersedianya fasilitas komputer di semua sekolah di DKI Jakarta. Sekolah ada yang gunakan sistem manual dalam melakukan ujian nasional.
"Untuk tahun sekarang, memang persentase sekolah yang menyelenggarakan berbasis komputer dengan berbasis pensil dan kertas, lebih banyak pensil dan kertas. Kendala terbatas prasarana komputer," ujar Sopan di SMA 30 Jakarta, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2016).
DKI menargetkan tahun 2017 seluruh sekolah di DKI Jakarta baik sekolah negeri maupun sekolah bisa melaksanakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
"Kita menargetkan 2017 seluruh sekolah di DKI kita akan paksa, kita akan lakukan seluruhnya berbasis komputer, termasuk swasta,"ucapnya.
Sopan menilai, Ujian Nasional Berbasis Komputer bisa menghindari adanya kecurangan. Selain itu, Ujian Nasional Berbasis Komputer bisa menghemat tenaga.
"Karena memang ujian nasional berbasis komputer banyak varian soal, sehingga tidak memungkinkan untuk bocor. Juga Efektivitas dan efesiensi karena berbasis kertas harus dikirim dari percetakan dari luar Jawa, pagi-pagi harus siap di lapangan untuk distribusi, kalau berbasis komputer lebih hemat tenaga," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas