News / Metropolitan
Senin, 04 April 2016 | 11:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meninjau salah satu sekolah di SMA 30 Jakarta, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan 2016, belum banyak tersedianya fasilitas komputer di semua sekolah di DKI Jakarta. Sekolah ada yang gunakan sistem manual dalam melakukan ujian nasional.

"Untuk tahun sekarang, memang persentase sekolah yang menyelenggarakan berbasis komputer dengan berbasis pensil dan kertas, lebih banyak pensil dan kertas. Kendala terbatas prasarana komputer," ujar Sopan di SMA 30 Jakarta, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2016).

DKI menargetkan tahun 2017 seluruh sekolah di DKI Jakarta baik sekolah negeri maupun sekolah bisa melaksanakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Kita menargetkan 2017 seluruh sekolah di DKI kita akan paksa, kita akan lakukan seluruhnya berbasis komputer, termasuk swasta,"ucapnya.

Sopan menilai, Ujian Nasional Berbasis Komputer bisa menghindari adanya kecurangan. Selain itu, Ujian Nasional Berbasis Komputer bisa menghemat tenaga.

"Karena memang ujian nasional berbasis komputer banyak varian soal, sehingga tidak memungkinkan untuk bocor. Juga Efektivitas dan efesiensi karena berbasis kertas harus dikirim dari percetakan dari luar Jawa, pagi-pagi harus siap di lapangan untuk distribusi, kalau berbasis komputer lebih hemat tenaga," ungkapnya.

Load More