News / Metropolitan
Senin, 04 April 2016 | 17:26 WIB
Sekretaris DPD PDIP Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan Wakil Ketua Balegda Fraksi PDIP Merry Hotma [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mengambil sikap untuk menghentikan proses pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara yang saat ini masih berlangsung di dewan.

Hal ini menyusul terungkapnya kasus dugaan suap Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land (Tbk) Ariesman Widjaja kepada Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M. Sanusi untuk mempengaruhi pembahasan raperda tersebut.

"Kami rapat di DPD, dengan adanya situasi dan kondisi yang menjerat Sanusi, kami mengintruksikan memberhentikan pembahasan raperda zonasi," kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jakarta Prasetio yang juga Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (4/4/2016).

Wakil Ketua Balegda Fraksi PDI Perjuangan Merry Hotma mengatakan pembahasan raperda zonasi merupakan usulan Pemprov DKI Jakarta yang sangat ini tengah dibahas DPRD. Pembahasan sudah memakan kurang lebih bulan.

"Secara intens, fokus serius dan terbuka, setiap rapat kita undang pers, tidak ada setiap rapat pun tidak lakukan secara tidak terbuka, semuanya terbuka. Dengan masukan dari berbagai pihak, kami rapat kembali antara eksekutif dengan DPRD, semua masukan menjadi poin penting bagi kami," kata Merry.

Dia mengungkapkan beberapa poin usulan yang rencananya bakal dimasukkan ke dalam pembahasan raperda. Namun, tidak disetujui.

"Yang masih belum kita setuju ada beberapa, pertama izin reklamasi yang diusulkan di ujung untuk dimasukkan pada perda tata ruang. Kita sepakat bahwa izin tersebut tidak tepat kalau masuk perda, karena perda ini kan temanya tata ruang teluk Jakarta. Yang pasti raperda ini sampai sekarang belum disahkan," kata dia.

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu, yaitu Sanusi, Ariesman, dan karyawan Podomoro bernama Trinanda Prihantoro.

Sanusi dan Trinanda ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan, Kamis (31/3/2016), sementara Ariesman menyerahkan diri pada Jumat (1/4/2016) malam.

Penyidik KPK terus mengembangkan kasus tersebut. Pada Jumat malam hingga Sabtu (2/3/2016) dini hari, penyidik KPK menggeledah ruang kerja Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan Wakil Ketua DPRD M. Taufik -- kakak Sanusi.

Load More