Suara.com - Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan menjelaskan kenapa jenazah Siyono (34) tidak diautopsi setelah meninggal dunia. Siyono, warga Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah dibawa anggota Densus 88 Antiteror, pada Rabu (9/3/2016) lalu. Ketika itu, dia dicurigai anggota jaringan teroris.
Anton mengatakan ketika itu keluarga dan tokoh masyarakat setempat menolak autopsi terhadap jenazah Siyono.
"Tidak autopsi saat itu karena keluarga dan masyarakat sekitar, bahkan pak lurah tempat tinggal Siyono tidak inginkan autopsi, termasuk orang tuanya, bahkan termasuk istrinya. Bahkan istrinya menyerahkan urusan autopsi ke orangtuanya," kata Anton di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2016).
Kemudian, Anton menunjukkan surat yang berisi lima pernyataan dari keluarga Siyono, salah satunya tidak setuju autopsi. Surat tersebut ditandatangani oleh orangtua Siyono, Marso Diyono.
Anton menyayangkan opini yang berkembang seolah-olah polisi yang tak setuju dengan autopsi.
Menurut Anton pernyataan kakak Siyono menolak autopsi juga terekam di video.
"Bertanya jangan hanya pada isterinya (Suratmi) saja. Kepada pak lurah di sana. Persyaratan autopsi ada persetujuan keluarga. Di RS keluarga sudah mengetahui bagaimana kondisi Siyono. Sekarang dibuka lagi dan autopsi, dan ternyata tidak ada luka tembak," ujar Anton.
Berikut isi lima pernyataan keluarga Siyono yang ditandatangani Marso Diyono :
Satu, menerima dengan ikhlas atas kematian almarhum. Dua, tidak menuntut secara hukum atas kematian almarhum. Tiga, tidak menerima atau menunjuk pengacara atau bantuan hukum dari pihak manapun atas kematian almarhum dan tidak akan melakukan upaya hukum. Empat, tidak mengizinkan atau tidak mau adanya autopsi terhadap almarhum oleh pihak manapun. Lima, saya dan keluarga akan konsentrasi untuk melakukan doa atas meninggalnya almarhum dan tidak akan menerima tamu dari manapun yang berkaitan dengan meninggalnya anak saya.
Belakangan, istri Siyono, Suratmi, bertekad untuk mencari keadilan. Suratmi ikhlas kalau nanti diusir aparat desa dari kampung halaman gara-gara berjuang mengungkap sebab kematian suami. Dia minta bantuan organisasi Muhammadiyah untuk mengusut.
"Saya sampaikan ke Bu Suratmi, jawabnya begini, 'Mas Dahnil, saya sedang mencari keadilan dan saya menitip usaha saya kepada Muhamadiyah. Kalaupun dalam usaha saya, saya harus terusir bumi Allah itu luas. Jadi Bu Suratmi menyatakan autopsi harus dilakukan untuk mencari keadilan.' Muhammadiyah menyambut baik dengan ikhlas dan bulat menampung dan menanggung keluarga Siyono jika diusir dari kampung halamannya," kata ujar Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba