Suara.com - Anggota Polres Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) Brigadir Polisi (Brigpol) Sunardi dicegat terbang karena harus berurusan dengan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar setelah kedapatan membawa narkoba.
"Sekarang ini, Presiden Joko Widodo sudah menyatakan perang dengan narkoba. Semuanya harus steril dari narkoba," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera di Makassar, Sabtu (9/4/2016).
Dia mengatakan, bersih-bersih anggota di institusi penegak hukum harus terus dilakukan karena polisi adalah aparat yang harusnya memerangi narkoba dan tidak boleh menjadi penikmatnya.
Berdasarkan info, Brigpol Sunardi yang akan berangkat ke Gorontalo dengan menggunakan pesawat Sriwijaya dengan nomor penerbangan SJ-596 itu harus berurusan dengan pihak Avsec.
Dia menjelaskan, pelaku yang tiba di bandara sekitar pukul 16.35 Wita, langsung menuju area keberangkatan dan langsung memasuki area pemeriksaan sinar X-ray untuk proses chek in.
Saat melintasinya, metal detector kemudian berbunyi. Saat itu petugas Avsec, Kasmin yang bertugas langsung memerintahkan pelaku untuk mengeluarkan barang yang ada di saku celananya.
Namun sebelum mengeluarkan barangnya, pelaku langsung kabur dan dikejar oleh petugas Avsec lainnya. Pelaku yang dalam keadaan berlari itu berusaha membuang pax berupa sabu yang ada disaku celananya.
Petugas Avsec bandara Internasional Sultan Hasanuddin pun melakukan pengejaran dan berhasil meringkus Sunardi di area penyeberangan bandara. Demikian pun sabu milik Sunardi yang dibuang, berhasil ditemukan oleh petugas bandara.
"Anggota Polres Majene yang ditangkap oleh petugas bandara sudah diamankan di Polres Maros. Saat ini, Sunardi sementara menjalani pemeriksaan. Barang bukti berupa sabu juga sudah disita oleh Polres Maros," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Piala Dunia 2026 Tak Aman? Pakar Keamanan Ungkap Ancaman Nyata di AS dan Meksiko
-
Nasib Ammar Zoni setelah Vonis: Masihkah Harus Mendekam di Penjara High Risk Nusakambangan?
-
Rincian Aset Bandar Koko Erwin Senilai Rp15,3 M Disita Polisi: Gudang, Toko dan Deretan Mobil Hiace
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor