Suara.com - Pemerintah Somalia mengeksekusi mati seorang mantan pekerja media kelompok ekstrimis al-Shabaab yang dituduh terlibat pembunuhan jurnalis. Eksekusi mati jurnalis bernama Hassan Hanafi Haji oleh regu tembak tersebut dilakukan di depan umum pada Senin (11/4/2016).
Hassan Hanafi Haji merupakan jurnalis yang mengatur penyelenggaraan konferensi-konferensi pers bagi kelompok al-Qaeda yang kala itu masih menguasai ibu kota Somalia, Mogadishu. Dalam sidang yang digelar Maret lalu, Hassan mengaku membunuh seorang jurnalis di Somalia.
"Hari ini, pengadilan melaksanakan eksekusi Hassan Hanafi yang telah membunuh jurnalis," kata deputi hakim pengadilan, Senin.
Hassan, (30), yang diekstradisi dari Kenya tahun lalu atas permintaan pemerintah Somalia, dipasangi penutup kepala dan diikatkan ke sebuah tiang sebelum dieksekusi di sebuah akademi kepolisian di Mogadishu, demikian disampaikan para saksi.
Eksekusi dengan regu tembak adalah satu-satunya metode eksekusi yang dipakai di Somalia.
Haji mengaku bergabung dengan al-Shabaab pada tahun 2008 ketika dirinya bekerja sebagai jurnalis di media penyiaran lokal. Ia meminta para jurnalis Somalia untuk membuat pemberitaan berdasarkan aturan-aturan media al-Shabaab, termasuk aturan menghindari pemberitaan terkait kemunduran yang dialami kelompok tersebut.
Beberapa waktu kemudian, Haji memimpin unit media al-Shabaab, mengundang para jurnalis menghadiri konferensi pers kelompok tersebut dan memandu mereka dalam tur ke medan tempur.
Al-Shabaab bertekad memberlakukan hukum Syariah di Somalia dan kerap menyerang target-target pemerintah. Kelompok tersebut dipukul mundur dari Mogadishu oleh pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika pada tahun 2011. Namun, kelompok tersebut masih menguasai kawasan pedesaan di Somalia bagian selatan.
Somalia adalah salah satu negara yang tidak ramah bagi pekerja media. Berdasarkan Komite Perlindungan Jurnalis, sedikitnya 18 jurnalis Somalia terbunuh tahun lalu, sementara 59 jurnalis lainnya terbunuh sejak tahun 1992. (Independent)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan