Pencarian terhadap korban gempa yang diduga tertimbun reruntuhan gedung akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter yang mengguncang prefektur Kumamoto, Jepang terus ditingkatkan pada Minggu (17/4/2016).
Pihak berwenang meminta warga untuk menjauh dari rumah-rumah mereka karena khawatir terjadi gempa susulan.
Guncangan berkekuatan 7,3 SR terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat menyebabkan 32 orang meninggal dan mencederai ribuan orang lainnya serta menimbulkan kerusakan berat pada sejumlah gedung, jembatan dan jalan raya.
Gempa tersebut merupakan susulan atas gempa yang menimpa Provinsi Kumamoto di pulau Kyusu, dalam waktu kurang dari 24 jam berselang dari gempa pertama yang menyebabkan sembilan orang meninggal.
Petugas penyelamat mencari puluhan orang yang diperkirakan terjebak di reruntuhan sedangkan para penyintas mengantri pasokan makanan dan air minum.
Sejumlah industri besar seperti Sony, Honda dan Toyota menghentikan produksi dan mengkaji kerusakan yang terjadi di kota industri di Jepang bagian selatan itu.
NHK melaporkan ada delapan orang yang tidak bisa dihubungi Di desa Minamiaso. Tetapi petugas berhasil mengeluarkan 10 mahasiswa dari apartemen universitas yang ambruk di Minamiaso, Sabtu (16/4/2016).
Sepanjang malam petugas menggali dengan tangan telanjang dan menarik keluar beberapa orang lansia yang masih mengenakan piyama, dari reruntuhan dan membaringkan mereka di atas alas tatami.
"Pasukan Bela Diri, polisi dan pemadam kebakaran telah bekerja menyelamatkan banyak orang tetapi masih banyak juga yang hilang," kata Perdana Menteri Shinzo Abe kepada wartawan.
"Pemerintah akan memberangkatkan lagi sejumlah pasukan hingga 25.000 petugas," katanya dan menambahkan bahwa dia menerima tawaran bantuan alat angkut udara dari Amerika Serikat.
Tiga fasilitas nuklir di kawasan tersebut tidak terpengaruh gempa, tetapi pasokan-pasokan dari berupa perangkat kendaraan dan benda teknik dari Sony, Toyota dan Nissan terhenti karena pihak perusahaan masih mengkaji kerusakan di kawasan tersebut.
Hujan lebat makin menambah kekhawatiran akan tanah longsor dan gempa susulan juga masih terjadi dan ribuan penduduk menempati tempat pengungsian. Bencana alam yang tidak "pandangbulu" merusak sejumlah rumah, menghancurkan tiang, atap dan dinding.
"Semula saya merasakan getaran hebat tetapi tiba-tiba terlontar seperti berada di dalam mesin cuci," kata seorang mahasiswa dari Universitas Tokai yang masih terkurung di desa Minamiaso.
Sekitar 422.000 rumah tangga tidak lagi mendapat aliran air dan 100.000 rumah tidak mendapat listrik, kata pemerintah. NHK melaporkan 240.000 orang mendapat perintah mengungsi setelah gempa karena dikhawatirkan terjadi tanah longsor.
Pasukan Bela Diri membangun tenda-tenda untuk pengungsi dan truk-truk pengangkut air dikirim untuk membantu warga, sementara televisi menayangkan gambar orang-orang yang terjebak pada jembatan runtuh telah diselamatkan dengan helikopter.
Kepolisian Nasional mengabarkan 32 orang dipastikan meninggal dalam gempa hari Sabtu dan 190 orang mengalami luka parah.
Cincin api Di seberang Pasifik, Ekuador juga berjuang menghadapi gempa bumi berkekuatan 7,8 magnitut, Sabtru yang menyebabkan 28 orang meninggal serta diperkirakan memicu gelombang tsunami.
Jepang dan Ekuador terletak pada garis seismi aktif "cincin api" di sekeliling Pasifik.
Gempa berkekuta n 9 magnitut pada Maret 2011 yang melanda kawasan di utara Tokyo menyebabkan tsunami dahsyat, membuat kebocoran nuklir dan oencemaran di Fukushima. Hampir 20.000 orang terbunuh dalam bencana tersebut. (Antara/Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
Sindrom Ring of Fire: Mengapa Gempa Jepang Bikin Kita Refleks Panik?
-
Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman
-
Tsunami Mengintai Usai Gempa 7,5 M! Warga Jepang Lari ke Dataran Tinggi
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Gempa Magnitude 6.0 Guncang Jepang, Tidak ada Peringatan Tsunami
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung
-
Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka