Demo kelompok JALA desak tangkap Ahok di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/4/2016). [Suara.com/Nikolaus Tolen]
Desakan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera menangkap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama(Ahok) terus berdatangan. Kali ini giliran salah satu kelompok lawan Ahok yang bernama Jaringan Aksi Lawan Ahok(JALA) yang datang ke Gedung KPK. Mereka menilai Ahok sudah terbukti korupsi dalam kasus Rumah Sakit Sumber Waras.
"Kasus RS Sumber Waras memperjelas bahwa Ahok jelas-jelas korupsi. Kasus reklamasi Teluk Jakarta memperjelas bahwa Ahok bermasalah. Kami mendukung KPK untuk segera tangkap Ahok," kata Koordinator Aksi JALA, Sunarto di teras Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat(22/4/2016).
Selain disebut terbukti melakukan korupsi, mereka juga mengatakan bahwa Ahok adalah Gubernur yang dalam menjalankan pemerintahannya sangatlah arogan dan sewenang-wenang. Penggusuran tumah warga miskin tanpa peduli membuat mereka juga menilai bahwa Mantan Bupati Belitung Timur tersebut sebagai pemimpin Barbar.
"Kenapa Gubernur DKI Jakarta, Ahok sangat arogan dan sewenang-wenang, Ahok adalah pemimpin Barbar, reklamasi juga bar-bar," kata Sunarto.
Karena itu mereka meminta agar KPK berani menetapkan Ahok sebagai tersangka. Selain itu, Ahok juga mereka nilai pantas dipenjara karena melecehkan institusi negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan.
"Ahok harus dipenajra, dia sudah menghina lembaga negara seperti BPK," kata Sunarto.
Dalam aksi yang berlangsung diteras Gedung KPK tersebut, Sunarto dan kawan-kawannya datang dengan mengenakan topeng bergambarkan wajah Ahok. Selain itu, mereka juga membawa jala untuk menjelaskan bahwa matinya kehidupan para nelatan yang sudah dihancurkan oleh Ahok.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
KPK Dorong Capres hingga Cakada Wajib dari Kader Parpol, Ini Alasan di Baliknya
-
KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa
-
KPK Bongkar SDB Pejabat Bea Cukai, Sita Emas dan Valas Rp2 Miliar
-
Gelar Aksi, Massa Desak KPK Sita Aset Kalla Group Jika Galbay di Proyek PLTA Poso
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok