Suara.com - Aktivis perempuan mengapresiasi Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) yang memutuskan untuk merekomendasikan pemecatan terhadap Ivan Haz dari keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat karena terbukti terlibat tindak kekerasan terhadap pekerja rumah tangga (PRT).
"Ini perkembangan yang diharapkan bersama oleh masyarakat sipil," kata Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (Jala PRT) Lita Anggraini dalam pembaruan petisi di laman change.org sebagaimana siaran pers diterima di Jakarta, Jumat.
Lita mengatakan, secara etika, seorang wakil rakyat yang terlibat dalam kasus kekerasan tidak pantas dibiarkan tanpa ada sanksi yang berat. Karena itu, pada paripurna DPR berikutnya, para aktivis perempuan berharap ada keberpihakan terhadap perlindungan PRT.
Sementara itu, pembela hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan (LBH APIK) Ratna Batara Murti yang mendampingi Topiah, korban kekerasan yang melibatkan Ivan Haz mengatakan tetap menantikan keputusan hukuman pidana.
"Kami menantikan keputusan hukuman pidana yang tegas agar dapat membawa efek jera. Saat ini berkas perkara tersebut sudah dinyatakan siap dilimpahkan ke pengadilan atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta," tuturnya.
Ratna juga mendesak agar kasus-kasus lain yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan yang diduga dilakukan anggota DPR dapat diproses hukum dan memberikan keputusan yang adil.
Petisi di laman change.org yang diinisiasi Jala PRT agar Ivan Haz dipecat telah didukung lebih dari 23 ribu orang. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
-
Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
-
Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia
-
Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh
-
Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah
-
Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa
-
DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana
-
Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah