Nelayan segel pulau G hasil reklamasi Teluk Jakarta. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Guru Besar Manajemen Pembangunan Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor, Rokhmin Dahuri mengatakan bahwa kalau kebijakan untuk reklamasi saat ini tidak dikaji lagi maka perekonomian di Pulau Jawa akan hancur. Dengan hancurnya perekonomian, maka kehancuran ekologi juga akan menyusul.
"Kalimantan, Sulawesi, NTB(Nusa Tenggara Barat, NTT(Nusa Tenggara Timur), Bali, Maluku, dann Papua itu 85 persen wiayah Indonesia, tapi sumbangannya hanya 15%,kalau ini tidak segera dikoreksi, ekonomi di Jawa akan hancur," kata Rokhmin di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu(23/4/2016).
Lebih lajut dia menjelaskan bahwa apabila hal tersebut terus berlangsung, maka dikhawatirkan sumber daya dan pembangunan di wilayah di luar Jawa akan diambil oleh pihak asing. Dengan demikian, maka masalah yang hadir kedepannya adalah urbanisasi akan terus terjadi ke wilayah Jawa.
"Itu kan hancur dua-duanya, Jawa hancur luar Jawa mubazir. Kemudian ongkos logistik pun mahal sekali itu yang membuat menrut saya harus segera dikoreksi," katanya.
Dia pun mengatakan bahwa salah satu solusi praktisnya saat ini adalah dengan mengembangkan pembangunan di luar Pulau Jawa. Karena saat ini Pulau Jawa apalagi Jakarta sudah dipenuhi oleh banyak jiwa.
"Tingkatakan pembangunan di luar Jawa sehingga penduduk akan mengikuti gula-gula pembangunan, kalau infrastruktur kawasan industri, sekolah yang bagus dibangun diluar Jawa, maka orang akan mengikuti kesana, tidak perlu ada transmigrasi pun orang akan alamiah mengikuti keluar Jawa," kata Rokhmin.
Namun, dia juga mengaku kalau proyek reklamasi yang sudah berlangsung di Pantai Utara tersebut benar-benar dihentikan maka akan mecoreng nama Indonesia. Terlebih, kata dia di mata para investor.
"Karena sudah terlanjur, dan karena kalau tidak diteruskan pun iklim investasi di Indonesia akan semakin buruk. Di mata investor ini kan bukan hanya mendengar orang Indonesia tapi dunia, kalau di Indonesia proyek yang sudah berjalan bertahun-tahun tiba-tiba ada gejolak mendadak dihentikan, pasti rugi triliunan," kata Rokhmin.
Komentar
Berita Terkait
-
Askrindo dan IFG Sediakan Ribuan Tiket Mudik Gratis dari Pulau Jawa Hingga Sumatra
-
Luka Menahun di Nadi Utara Jawa: Bukan Sekadar Bencana Alam, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Alarm Banjir Jawa: Prabowo Perintahkan Aksi Cepat, Zona Merah Disisir
-
7 Tempat Wisata Alam Indah yang Tersembunyi di Pulau Jawa
-
Benarkah Gunung Semeru Adalah Paku Pulau Jawa? Inilah Sejarah dan Legendanya
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Teheran Tak Lagi Aman, Warga Iran Panik Usai Serangan ASIsrael: Kami Akan Mati di Sini
-
Sekjen PBB Desak AS-Israel Hentikan Serangan ke Iran, Risiko Perang Regional Sangat Nyata
-
Angkat Tema Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat, PLN Journalist Awards 2025 Apresiasi 18 Karya
-
Drone Iran Hantam Menara Burj Al Arab di Dubai
-
Daftar Penerbangan Bandara Soetta yang Dibatalkan Akibat Perang Iran 1 Maret 2026
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Jenderal Iran Dikabarkan Tewas, AS Mulai Operasi Militer Bareng Israel
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!