Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengingatkan masyarakat yang mendukungnya maju ke pilkada Jakarta periode 2017-2022 agar jangan mudah percaya ajakan aksi, apalagi sampai ada yang minta sumbangan uang.
Ahok mengingatkan pendukungnya lewat Twitter-nya, @basuki_btp, beberapa menit yang lalu. Hal ini menyusul beredarnya poster di media sosial atas nama Gerakan Aksi Damai Sejuta Umat Dukung Ahok. Ahok menegaskan aksi tersebut bukan aksi Teman Ahok.
"Jangan ada yang ikut kampanye di CFD dan sumbang seperti ini. Tidak benar. Bukan dari Teman Ahok," tulis Ahok.
Beredarnya poster tersebut juga menjadi perbincangan hangat di media sosial, apalagi diselingi kegiatan pengumpulan donasi ke rekening BCA atas nama Darmawan Wijaya.
Acara yang diumumkan di media sosial tersebut akan diselenggarakan pada Minggu (5/5/2016) jam 08.00 WIB, bertepatan dengan pelaksanaan car free day.
Lokasi acaranya di Silang Monas. Peserta diajak longmarch menuju Bundaran Hotel Indonesia dan kembali lagi ke Monas.
Di poster tersebut juga diberi catatan kepada kaum muda, Teman Ahok, relawan Ahok, dan simpatisan Ahok yang akan ikut acara dapat menghubungi panitia atau dapat langsung ke lokasi acara di gedung Smesco UKM, Jalan Gatot Subroto, kavling 94, Pancoran, Jakarta Selatan.
Dalam poster tersebut juga dicantumkan pengumuman pengumpulan donasi ke rekening BCA atas nama Darmawan Wijaya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi mengenai apakah pengumuman tersebut benar-benar berasal dari Teman Ahok atau bukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan