Suara.com - Ribuan wartawan di Mesir menuntut Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi memecat Menteri Dalam Negeri Magdy Abdel Ghaffar karena marak kekerasan terhadap jurnalis. Sisi juga harus minta maaf atas serangan polisi disertakan penangkapan terhadap wartawan.
Sebelumnya wartawan, Mahmoud El Sakka dan Amr Badr ditangkap pekan lalu. Pengkapan itu membuat 3.000 jurnalis untuk berkumpul dalam pertemuan darurat.
"Kami menuntut presiden menyampaikan permintaan maaf yang jelas kepada wartawan," kata perwakilan jurnalis, Karem Mahmoud.
"Kami menuntut pemecatan menteri dalam negeri karena ia adalah utama (orang) yang bertanggungjawab," katanya.
Seorang juru bicara presiden itu tidak tersedia untuk komentar ketika Reuters menghubunginya. Seorang juru bicara kementerian dalam negeri pun tidak bisa dihubungi.
Pekan depan ribuan jurnalis itu akan merancang pemogokan massal untuk terus menyerukan pemecatan Mendagri Magdy Abdel Ghaffar.
Senin lalu dua jurnalis Sakka dan Badr dituduh menyebarkan berita bohong. Mereka juga dituduh memiliki senjata api. Kejaksaan pun mengeluarkan perintah penangkapan ke mereka sehari sesudahnya. (Reuters)
Berita Terkait
-
AJI Jakarta Kecam Keras Pembubaran World Press Freedom di Yogya
-
Kronologis Pembubaran Malam World Press Freedom Day di Yogyakarta
-
AJI Jakarta Protes Keras ke Panitia Pameran Industri Tembakau
-
EgyptAir Tambah Frekuensi Penerbangan Jakarta-Kairo
-
Yosep 'Stanley' Adi P: Ditunggu, Kisah Sukses Pers Indonesia
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat