News / Internasional
Kamis, 05 Mei 2016 | 06:51 WIB
Demo ribuan wartawan di Mesir. (Reuters)

Suara.com - Ribuan wartawan di Mesir menuntut Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi memecat Menteri Dalam Negeri Magdy Abdel Ghaffar karena marak kekerasan terhadap jurnalis. Sisi juga harus minta maaf atas serangan polisi disertakan penangkapan terhadap wartawan.

Sebelumnya wartawan, Mahmoud El Sakka dan Amr Badr ditangkap pekan lalu. Pengkapan itu membuat 3.000 jurnalis untuk berkumpul dalam pertemuan darurat.

"Kami menuntut presiden menyampaikan permintaan maaf yang jelas kepada wartawan," kata perwakilan jurnalis, Karem Mahmoud.

"Kami menuntut pemecatan menteri dalam negeri karena ia adalah utama (orang) yang bertanggungjawab," katanya.

Seorang juru bicara presiden itu tidak tersedia untuk komentar ketika Reuters menghubunginya. Seorang juru bicara kementerian dalam negeri pun tidak bisa dihubungi.

Pekan depan ribuan jurnalis itu akan merancang pemogokan massal untuk terus menyerukan pemecatan Mendagri Magdy Abdel Ghaffar.

Senin lalu dua jurnalis Sakka dan Badr dituduh menyebarkan berita bohong. Mereka juga dituduh memiliki senjata api. Kejaksaan pun mengeluarkan perintah penangkapan ke mereka sehari sesudahnya. (Reuters)

Load More