Suara.com - PT Jasa Marga Persero melakukan evaluasi pergerakan lalu lintas kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek selama libur Kenaikan Isa Almasih dan Isra Miraj pekan lalu, guna persiapan arus mudik Lebaran 1437 Hijriah mendatang.
"Jasa Marga menganalisis besaran lalu lintas dari hari Rabu (4/5/2016)tercatat 108.947 kendaraan dengan tujuan Cikampek, Bandung, dan Jawa Tengah," kata kata Humas Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Iwan Abriyanto di Kabupaten Bekasi, Senin (9/5/2016).
Menurut Iwan, dari pantauan arus lalu lintas pada hari Kamis (5/5/2016) tercatat hanya 83.363 kendaraan yang melintasi ruas jalan tol Jakarta-Cikampek dan diberlakukan contra flow guna mengantisipasi kemacetan pada lalu lintas itu.
Sedangkan pada arus balik hari Sabtu (7/5/2016) tercatat 94.830 kendaraan yang melintas dan Minggu (8/5/2016) ada 97.212 kendaraan dengan tujuan Jakarta dengan total 192.042 selama dua hari.
Iwan menjelaskan, jadi selisih antara arus mudik dan balik hanya 268 kendaraan. Oleh sebab itu Jasa Marga akan lebih berhati hati dalam pengambilan keputusan dalam pemberlakuan rekayasa lalu lintas.
Ia mengatakan, pada liburan Idul Fitri akan ada pemberlakuan aturan yang berbeda guna antisipasi lalu lintas di ruas jalan tol. Selain itu, pihaknya akan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian guna mengurai kemacetan yang terjadi saat Idul Fitri.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaan pelebaran ruas jalan tol akan dilihat dari penumpukan yang kerap terjadi saat lalu lintas mulai padat.
"Sedangkan layanan lainnya seperti tempat istirahat dan kecepatan transaksi akan diperbaiki guna mempercepat lajur pengemudi," kata Iwan. (Antara)
Berita Terkait
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Jakarta Ditinggal 1,3 Juta Kendaraan Libur H+1 Natal, Arah Bandung dan Trans Jawa Favorit
-
Wapres Gibran ke Jawa Tengah, Hadiri Perayaan Natal dan Pantau Arus Mudik Akhir Tahun
-
Jabotabek Mulai Ditinggalkan, Setengah Juta Kendaraan 'Eksodus' H-5 Natal
-
Besok Diprediksi Jadi Puncak Arus Mudik Nataru ke Jogja, Exit Prambanan Jadi Perhatian
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar