Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FISIPOL Universitas Muhammadiyah Malang (BEM FISIPOL UMM), Faiz Mirwan Hamid berpendapat gerakan moral matikan TV untuk sholat dan mengaji yang diseruhkan oleh Walikota Malang, Abah Anton beberapa waktu lalu merupakan sebuah program agar masyarakat kota Malang menjadi lebih bermartabat. Konsepsi inilah, yang kemudian sangat baik dan memiliki nilai-nilai budi luhur pekerti orang Indonesia yang agamis dan toleran terhadap umat beragama.
“Kami menilai, masyarakat juga sangat mengharapkan Pemerintah Kota Malang untuk melihat aspek substansi dari gerakan moril tersebut bukan hanya menjadi program pencitraan yang berkonotasi kepentingan politik semata,” kata Faiz dalam keterangan pers di Malang, Senin (9/5/2016).
Suara.com - Lebih lanjut dikatakan Faiz, himbauan yang diserukan Abah Anton kepada Dinas Pendidikan Kota Malang jangan hanya sekedar aspek agamis, tetapi menyentuh juga aspek pendidikan. Pasalnya, masyarakat juga menginginkan segi pendidikan juga menjadi perhatian Pemkot Malang.
Hal ini, lanjut Faiz, masih banyak masyarakat kecil yang belum mendapatkan akses pendidikan, misalnya, masih banyak kita lihat pengamen dan anak jalanan berusia produktif setiap hari di persimpangan jalan. Mereka, sambungnya, seharusnya bersekolah untuk mendaoatkan ilmu dan pengalaman baru, namun karena suatu keadaan tertentu, mereka lebih memilih berada di jalanan. Dalam konteks itulah, BEM FISIPOL UMM berharap Pemkot Malang memberikan akses pendidikan kepada anak jalanan.
“Kami mendukung langkah Walikota Malang mewujudkan Kota Malang selalu menjadi kiblat kota pendidikan, kota agamis, dan bermartabat,” ucap Faiz.
Jamak diketahui, Wali Kota Malang, Moh Anton menyerukan gerakan moral mematikan TV untuk menjalankan sholat berjamaah dan mengaji. Menurutnya, dengan mematikan TV menjelang Magrib sampai Isya bisa memberikan peluang waktu belajar, sholat berjamaah dan mengaji. Sedang bagi non muslim, mereka bisa melakukan sesuai agamanya. Ini sebuah gerakan moral pada anak didik yang bermanfaat.
Berita Terkait
-
Mahasiswa Ancam 'Reformasi Jilid II' dalam 18 Hari, Begini Reaksi Kepala BIN
-
Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...
-
SPPG Diplesetkan 'Penjilat', Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
-
Sulitnya Cari Parkir di Malang, Siapa yang Harus Berbenah?
-
Musim Tuna Tiba, Nelayan Sendang Biru Kebanjiran Tangkapan
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG