Anggota Komisi I DPR, Tantowi Yahya. [DPR RI]
Anggota Komisi I Tantowi Yahya mendukung edaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tentang larangan pemuatan siaran yang menampilkan pria bergaya kewanitaan.
Dengan demikian, televisi harus mengubah tayangannya. Sebab, sambungnya, tantangan hari ini, justru televisi harus lebih banyak menyajikan, pertama, memperbanyak tayangan yang memperkuat nasionalisme anak serta pemahanan pancasila di tengah makin lunturnya semangat kebangsaan.
Kemudian, kedua, televisi harus memperbanyak tayangan prestasi anak muda yang sukses dengan karyanya, guna membangun optimisme anak muda.
"Dua tayangan tersebut kalau dikemas dengan kreatif tetap menarik penonton," kata Tantowi dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (26/2/2016).
Politisi Golkar ini menyatakan, televisi merupakan media yan paling banyak diakses keluarga Indonesia, khususnya anak-anak, namun saat ini perannya sedikit dari khittohnya, yaitu sebagai alat perjuangan bangsa dan salah satu pilar demokrasi.
"Sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UU nomor 40/1999 tentang Pers, Fungsi Pers adalah media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Terkait hal tersebut, tayangan kebanci-bancian bertentangan dengan fungsi pendidikan dan kontrol sosial," ujarnya.
Komentar
Berita Terkait
-
Andina Narang Ajak Pelajar Kalteng Bijak dan Cerdas Manfaatkan Teknologi
-
Komisi I DPR RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU KKS: Antisipasi Hadapi Ancaman Siber Masa Depan
-
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting
-
Cek Daftarnya, 9 Nama Calon Anggota KPI Pusat Resmi Mendapat Restu DPR RI
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Kurikulum, Diajarkan Mulai Kelas 4 SD
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Cara Sederhana Ibu Rayakan Kemerdekaan, Lomba Hias Tumpeng di Sekolah Anak
-
Padahal RI Bisa Kaya dari Perikanan, Sayangnya Dimaling Asing
-
Jelang Salat Jumat, Prabowo Goda PKS Minta Izin Lanjut Pidato 7 Menit
-
Jepang Mengamuk, Vladimir Putih Cuek Bebek Usai Kunjungan ke Pulau Sengketa
-
PDIP Berharap Tak Ditinggalkan dalam Pembahasan RUU Pemilu
-
Surya Paloh Soal Pidato Prabowo, Optimisme Harus Disertai Realisasi dan Public Trust
-
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Capai 5,8 Hektare, Pemadaman Masih Berlangsung
-
Satu Porsi Sehari Bukan Solusi: Logika MBG di Tengah Beban Makan Keluarga
-
Promo HUT RI di Wyndham Opi Hotel Palembang, Menginap Dapat Sajian Spesial dan Mooncake Eksklusif
-
Dituduh Lecehkan Polwan, Kuasa Hukum AKBP F Ungkap Sejumlah Kejanggalan