Manajemen AirAsia Indonesia menonaktifkan sementara supir bus yang salah menurunkan penumpang AirAsia QZ 509 untuk keperluan investigasi.
"Yang bersangkutan kami nonaktifkan untuk sementara agar dapat dilibatkan dalam proses investigasi," kata Head of Corporate Secretary and Communications AirAsia Indonesia, Baskoro Adiwiyono saat dihubungi di Jakarta, Rabu (18/5/2016).
Baskoro menambahkan pihaknya harus menunggu hasil investigasi terlebih dahulu untuk penindakan selanjutnya terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Denpasar Yusfandri Gona membenarkan bahwa sopir bus Indonesia Air Asia atas nama inisial EI sudah "di-grounded" oleh Indonesia AirAsia.
Dia menambahkan pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi bersama instansi terkait pada hari Selasa (16/5) pukul 15.00 WIITA bahwa telah disepakati, di antaranya pemeriksaan lanjutan terhadap prosedur operasi standar (SOP) dan manajemen Indonesia AirAsia oleh Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV.
Selain itu, lanjut dia, Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pendalaman terhadap kasus tersebut sesuai dengan Undang-Undang keimigrasian.
"Akan disiapkan Kantor/Sekretariat Pengawasan Orang Asing (PORA) yang melaksanakan fungsi koordinasi, konsultasi, dan eksekusi terhadap permasalahan-permasalahan orang asing di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, baik yang bersifat pelanggaran umum maupun yang berpotensi menimbulkan ancaman keamanan pada Bandar Udara maupun Negara," katanya.
Yusfandri menuturkan terjadi kesalahan sopir bus APB Indonesia Air Asia yaitu menurunkan sebanyak 48 penumpang penerbangan QZ 509 diterminal domestik dan dinaikkan kembali ke Bus APB atas perintah petugas "Aviation Security" Bandara menuju terminal kedatangan international dengan catatan satu orang terlanjur keluar dari gedung terminal domestik atas nama Jonathan Derwen kebangsaan Selandia Baru dan pada Selasa pukul 12.59 WITA.
"Yang bersangkutan melapor ke Kantor Imigrasi Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai untuk Stamp Immigration Clearance," katanya.
Yusfandri mengatakan pemeriksaan manifest penumpang dilakukan oleh kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Imigrasi, dan Indonesia Air Asia, untuk memastikan bahwa semua penumpang penerbangan QZ 509 telah melalui Immigration Clearance.
Yusfandri menjelaskan hasil investigasi sementara diperoleh fakta bahwa Ramp Leader Indonesia Air Asia telah melakukan 'internal briefing" sesuai SOP 10 Menit sebelum pesawat QZ 509 mendarat kepada pengemudi untuk memastikan bahwa pesawat tersebut berasal dari Singapura dan diturunkan di kedatangan internasional.
"Kekeliruan penurunan penumpang dimaksud disebabkan oleh keraguan dan miskomunikasi (kesalahpahaman) antara sopir bus APB dengan 'flight controller' pada saat proses penumpang dinaikkan ke dalam bus," katanya.
Pesawat Indonesia AirAsia QZ 509 rute penerbangan internasional Singapura-Denpasar membawa 155 penumpang (151 dewasa, tiga anak-anak dan bayi). (Antara)
Berita Terkait
-
Jelang Nyepi, Bandara Ngurah Rai Dipadati Puluhan Ribu Penumpang
-
Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Buka Rute Internasional
-
Jaga Akurasi Data Penumpang, Jasa Raharja Gelar Monitoring Langsung di Bandara Ngurah Rai
-
Viral Ban Mobil Hilang Misterius di Parkiran Bandara Ngurah Rai, Siapa Pelakunya?
-
Ratusan Karyawan Bandara Ngurah Rai Bali Mogok Kerja, Penumpang Terlantar?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan