Suara.com - Djarum Foundation menyediakan kuota beasiswa plus di tahun ajaran 2016/2017 untuk 500 mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air.
"Meskipun kuotanya cukup banyak, peminat biasanya juga banyak, sehingga penting bagi mahasiswa berprestasi yang ingin mendapatkan beasiswa untuk mendapatkan informasi yang akurat," kata Program Associate Djarum Foundation Laksmi Lestari dalam siaran persnya, Sabtu (21/5/2015).
Menurut dia, mahasiswa yang ingin bersaing untuk mendapatkan beasiswa plus 2016/2017 harus mendapatkan informasi seputar persyaratan yang akurat, mengingat seleksinya cukup ketat. Pada tahun lalu, kata dia, jumlah pendaftarnya mencapai 15.000-an orang, meskipun yang dinyatakan lolos hanya 522 mahasiswa.
"Sebagian besar pendaftarnya memiliki kemampuan akademik dan keaktifan organisasi tinggi sehingga persaingannya cukup ketat," ujarnya.
Perguruan tinggi di Tanah Air yang bisa dijadikan rujukan untuk mendapatkan informasi soal beasiswa plus, yakni UGM merupakan salah satu lokasi gerai informasi untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Lokasi lainnya, yakni di Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Politeknik Negeri Semarang, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Katholik Soegiapranoto, Universitas Kristen Satya Wacana, dan UIN Walisongo Semarang.
Perguruan tinggi lainnya, yakni Universitas Semarang, Universitas Sebelas Maret, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, Universitas Atmajaya Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN serta Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Kudus juga bisa mendapatkan informasi program beasiswa plus dari Djarum Foundation di Universitas Muria Kudus maupun STAIN Kudus.
Dalam rangka sosialisasi program beasiswa dari Djarum Foundation, Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada menggelar Information Sharing Djarum Beasiswa Plus 2016/2017 Jumat (20/5/2016).
Dekan Fakultas Teknik UGM Panut Mulyono, yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada Djarum Beasiswa Plus atas upayanya membangun generasi muda yang cerdas dan memiliki sikap serta nilai yang baik.
Beberapa mahasiswa yang merasakan program beasiswa Djarum Foundation juga ikut mengingatkan kepada mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa untuk mencari informasi secara detail agar peluang lolosnya juga besar.
"Mahasiswa yang sedang mencari beasiswa, cobalah mencari terlebih dahulu seperti apa yang ditawarkan. Jangan hanya karena uang saku yang diberikan oleh program beasiswa tersebut besar, lantas dipilih," ujar Jumadi Musfa lulusan Akuntansi UGM mengingatkan.
Ahmad Hasbi Mubarak lulusan Akuntansi UGM juga mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik UGM karena mahasiswa bisa mengakses informasi secara langsung, selain melalui website.
Selain itu, kata dia, mahasiswa yang ingin lolos seleksi program beasiswa juga bisa mendapatkan informasi soal kiat-kiat menembus seleksi serta pengalaman selama menjadi penerima Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum).
"Mendapatkan beasiswa berkualitas memberi nilai plus bagi mahasiswa," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Tembus Beasiswa Petra Future Leaders 2026, Inilah Sosok Christopher Kevin Yuwono
-
Sambo S2 di Lapas Pakai Beasiswa, Logika Kita yang Rusak atau Dia yang Sakti?
-
UMKM Wajib Tahu: Cara Naik Kelas ke Level Global dengan Modal Beasiswa
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Kampus Apa? Dapat Beasiswa, Bisa Kuliah dari Penjara
-
Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau