Suara.com - Langkah korporasi besar diambil oleh PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan resmi melepaskan salah satu merek ikoniknya, Teh Sariwangi, kepada entitas usaha milik Grup Djarum, PT Savoria Kreasi Rasa.
Keputusan ini menjadi sorotan tajam di pasar modal, mengingat Sariwangi telah lama menjadi bagian dari identitas konsumer Unilever di Indonesia.
Namun, di balik pelepasan merek legendaris tersebut, terdapat strategi besar yang dirancang untuk menyelamatkan sekaligus memperkuat fundamental perusahaan agar lebih kompetitif di masa depan.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menegaskan bahwa divestasi Teh Sariwangi bukanlah langkah tanpa perhitungan. Alasan utama di balik pelepasan ini adalah bagian dari restrukturisasi portofolio bisnis secara menyeluruh.
Bagi Unilever, melepas unit bisnis yang dianggap tidak lagi sejalan dengan prioritas pertumbuhan jangka panjang merupakan kunci untuk menciptakan fondasi bisnis yang lebih tangguh.
Dengan melepas lini bisnis teh (dan sebelumnya divisi es krim), Unilever dapat lebih fokus mengalokasikan sumber daya pada kategori produk yang memberikan margin keuntungan lebih tinggi.
Biaya Operasional dan Tenaga Kerja
Faktor finansial menjadi alasan kuat berikutnya. Pelepasan Sariwangi terbukti efektif dalam memangkas beban biaya tetap perusahaan secara signifikan.
Berdasarkan data internal, intervensi ini berhasil menurunkan beban karyawan dari Rp2,17 triliun menjadi Rp1,78 triliun.
Baca Juga: Bukan Tax Amnesty, Kejagung Cekal Eks Dirjen dan Bos Djarum Terkait Skandal Pengurangan Pajak
Restrukturisasi ini juga berdampak pada perampingan organisasi, di mana jumlah staf berkurang dari 4.266 menjadi 3.299 orang per akhir Desember 2025.
Penurunan biaya tenaga kerja ini memberikan ruang bagi UNVR untuk mencatatkan pemulihan pendapatan yang lebih cepat dan efisien.
"Kami secara agresif melakukan restrukturisasi basis biaya melalui berbagai intervensi, termasuk efisiensi pada biaya tenaga kerja melalui divestasi unit bisnis ini," ungkap Benjie Yap dalam konferensi pers virtual, Kamis (12/2/2026).
Pelepasan Teh Sariwangi ke tangan Grup Djarum melalui PT Savoria Kreasi Rasa telah disepakati pada 6 Januari 2026. Nilai transaksi yang dikucurkan oleh grup konglomerasi milik keluarga Hartono ini mencapai Rp1,5 triliun, dengan nilai pasar yang ditaksir sebesar Rp1,48 triliun.
Penjualan ini melengkapi aksi divestasi sebelumnya di mana unit bisnis es krim dilepas senilai Rp7 triliun. Secara kolektif, suntikan dana dari hasil penjualan aset-aset ini turut melambungkan laba bersih Unilever hingga 126% menjadi Rp7,6 triliun di sepanjang tahun 2025.
Selain teh Sari Wangi, Unilever juga melepas bisnis es krim Magnum.
Berita Terkait
-
PB Djarum Gelar Kejuaraan Klub Mitra 2026: Adopsi Format Piala Thomas, Uber, dan Sudirman
-
Ribuan Siswi Serbu MilkLife Soccer Challenge, Pemprov DKI Komitmen Besarkan Sepak Bola Putri
-
Bos Unilever (UNVR) Indonesia Lapor, Laba Tembus Rp7,6 Triliun di 2025
-
50 Harta Taipan RI Tembus Rp 4.980 Triliun, APBN Menkeu Purbaya Kalah Telak!
-
Geger Cekal Kilat Bos Djarum, Manuver Kejagung dan Misteri Kata 'Kooperatif'
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor