Suara.com - Direktur Balap Manor Racing, Dave Ryan, mengaku cukup puas dengan hasil yang ditorehkan kedua pebalapnya, Pascal Wehrlein dan Rio Haryanto, di seri keenam Formula 1 Grand Prix Monaco, Minggu (29/5/2016).
Seperti diketahui, Rio dan Wehrlein finis satu-dua dari belakang atau posisi 15 dan 14. Keduanya menembus 15 besar setelah tujuh pebalap gagal finis pada balapan yang di awal-awal harus ekstra hati-hati lantaran lintasan yang basah akibat hujan.
"Melihat begitu banyak insiden di depan dan belakang, dua mobil finis di posisi ke-14 dan 15 bukanlah hasil yang buruk," kata Ryan seperti dikutip dari akun Facebook, Rio Haryanto.
"Balapan yang cukup berat bagi kami dengan start basah dan tantangan lalu lintas khas Monako, sehingga sangat sulit untuk mempertahankan momentum yang kami miliki ketika memulai balapan," lanjut Ryan.
Sementara itu, Wehrlein mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya berlomba di Sirkuit Monte Karlo, Monako. Pada balapan ini dia sempat terkena hukuman penalti 10 detik lantaran mengabaikan bendera biru tanda harus memberi jalan kepada pebalap di belakangnya yang unggul secara posisi.
Tidak hanya itu, pengawas lomba juga menghukumnya karena mengemudi terlalu cepat saat virtual safety car diberlakukan menyusul adanya kecelakaan yang melibatkan salah satu pebalap.
"Strategi kami sebenarnya berjalan sempurna. Kami mampu menahan satu mobil tim Haas di belakang sampai bendera finis. Namun, karena adanya penalti, saya pun jadi terlempar ke belakang," ujar Wehrlein, 21 tahun.
"Ini merupakan akhir pekan yang menantang, tapi juga sangat menarik membalap di Monako untuk pertama kalinya. Dan terlepas dari kekecewaan, saya sungguh menikmati pengalaman ini," tutupnya.
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok