Suara.com - Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengingatkan, warga untuk mewaspadai ideologi perusak tatanan negara dan terlarang seperti komunisme, seks menyimpang atau LGBT, dan paham sesat lainnya.
"Ada maksud dari oknum tertentu yang sengaja menyusupkan berbagai paham yang menyesatkan untuk merusak pemikiran dan kaidah moral bangsa, ini perlu diwaspadai," katanya, di Padang, Kamis (2/6/2016).
Dia menyebutkan, ideologi komunisme dalam beberapa waktu terakhir kembali menjadi ancaman karena adanya upaya propaganda dan penguatan paham tersebut di tengah masyarakat. Sebagai contoh, adanya coretan tentang Revolusi PKI di halte Bus Trans Padang beberapa waktu lalu.
Kemudian pembagian selebaran gratis kepada warga yang isinya memutarbalikkan sejarah PKI, dengan tujuan meminta dukungan kepada dunia tentang partai komunis tersebut. Bahkan, di daerah Payakumbuh ada penyusupan simbol PKI dalam perayaan Hari Ulang Tahun RI 2015.
"Hal ini jelas ancaman, semua warga perlu bersama menangkal serangan yang tidak terduga tersebut," tegasnya.
Selain itu, Mahyeldi menambahkan, paham terlarang lain yang perlu diwaspadai warga yakni seks menyimpang atau LGBT.
Menurutnya, paham ini juga berbahaya karena mulai bermunculan di Indonesia. Adanya beberapa kasus juga mengindikasikan paham ini sesat dan merusak moral bangsa.
Dia menuturkan, dengan adanya isu politik yang jelas akan berdampak pada berubahnya tatanan sosial di masyarakat. Mengingat suhu politik kembali menguat seiring akan kembali berlangsungnya pemilihan kepala daerah.
"Tentunya akan ada oknum yang ingin mengacaukan stabilitas, kesemuanya perlu dijaga," ujar Mahyeldi.
Sementara itu, salah satu warga di Padang, Verawati menilai, masyarakat cukup cerdas dan menganggap isu kebangkitan komunisme di Indonesia hanya sebuah strategi politik. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
Terkini
-
Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tahu! Ada Pengalihan dari Gambir ke Jatinegara Imbas Demo di Jakarta
-
Baru Sebulan Pascabencana Mematikan, Izin Tambang Andesit Terbit di Kawasan Hulu Sumbar
-
Siksa Bocah di Taman Kramat Pulo hingga Tersengat Listrik, 2 Remaja Ditangkap Polisi
-
Usut Gurita Suap Bea Cukai, KPK Periksa Sekretaris Pendiri IAW Iskandar Sitorus
-
Kemenag Gelar Nikah Massal Gratis, Peserta Terpilih Berkesempatan Dapat Modal Usaha
-
Menteri Hukum Dorong Penyelesaian Aduan Masyarakat Lewat Program Pasti Ada Solusi
-
Siaga di Bundaran HI! Mobil Tahanan Polda Metro Siap Angkut Perusuh di Demo Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Ahmad Luthfi Gandeng KPK Benahi Tata Kelola Tambang dari Hulu ke Hilir
-
Klaim Tanpa Senjata Api, 6.088 Personel Gabungan Amankan Demo Mahasiswa di Jakarta