Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyebut sejauh ini pihaknya tak menerima laporan perihal Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB) yang berani menerobos jalur TransJakarta sejak diterapkan larangan pada Rabu (1/6/2016) kemarin.
"Sejauh ini saya lihat laporan di grup antar mereka baik aja. Nggak ada masalah," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/6/2016).
Dilanjutkan Ahok, ancaman pemberian sanksi dikandangkan membuat pengemudi APTB takut menerobos jalur busway.
"Mereka juga nggak berani masuk. Dari pada ditahan berapa hari. Saya kira lumayan," kata Ahok.
Sebelumnya, Ahok mengaku akan mengancam mengandangkan bus APTB jika berani memasuki jalur Transjakarta.
Seperti diberitakan, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Andri Ansyah mengatakan bus APTB tidak diperbolehkan beroperasi di jalur busway per 1 Juni 2016. Aturan tersebut diterapkan, karena dia menilai trayek bus APTB tidak sesuai aturan berlaku diantaranya yakni mengangkut penumpang di luar halte busway, tetapi tetap menggunakan jalur busway untuk beroperasi.
"Selama ini kami juga melihat banyak APTB mengambil penumpang di luar, terus nanti jalannya memakai rute Transjakarta. Jadi memang tidak efektif lagi," kata Andri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Guru Besar USNI Soroti Peran Strategis Generasi Z di Tengah Bonus Demografi Indonesia
-
Isu Keamanan Produk, DRW Skincare Buka Pendampingan Medis Gratis bagi Pasien Terdampak
-
Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso
-
Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Jadi Tersangka: Pakar Ungkap Titik Kritis Pembuktiannya
-
Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya
-
Pengakuan Dito Ariotedjo Usai Diperiksa KPK: Saya Tak Ada di Lokasi Saat Rumah Mertua Digeledah
-
KPK: Bupati Pati Sudewo Berpotensi Raup Rp 50 Miliar Jika Pemerasan Terjadi di Seluruh Kecamatan
-
KPK Geledah DPMPTSP Madiun, Uang Ratusan Juta Disita Usai OTT Wali Kota Maidi
-
Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina