Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi terus berupaya agar balapan motor paling bergengsi dunia, MotoGP, jadi dilaksanakan di Indonesia. Menpora menyatakan masih ada beberapa hal yang perlu dipenuhi persyaratan dari penyelenggaran MotoGP di Sirkuit Sentul.
"MotoGP sudah positif bisa, saat ini perkembangannya sedang memberikan waktu sekitar seminggu untuk memenuhi persyaratan Sirkuit Sentul oleh pengelola sirkuit kepada Dorna," kata Imam Nahrawi usai memberikan penghargaan kepada atlet paralimpiade di salah satu hotel, Jakarta, Kamis (2/6/2016).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menambahkan Sirkuit Sentul masih menunggu juga pihak yang akan meng-endorsment dari pihak penyelenggara MotoGP.
Sementara itu, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada pengelola Sirkuit Internasional Sentul, Tinton Soeprapto, untuk memastikan hal-hal yang harus dipenuhi.
"Jumat pekan lalu kami telah mengirimkan surat kepada Pak Tinton. Dalam surat tersebut kami tegaskan jika Sentul harus mengirimkan tiga hal kesanggupan mereka menjadi tuan rumah. Kami tunggu (jawabannya) hingga Jumat besok," kata Gatot.
Menurut dia, tiga hal yang diharapkan segara dipenuhi selain kesanggupan manajemen Sentul membiayai pelaksanaan sekitar Rp160 miliar dengan biaya sendiri adalah harus menyediakan dokumen tentang apa manfaat MotoGP bagi masyarakat.
Dokumen yang tidak kalah penting harus disiapkan oleh manajemen Sirkuit Sentul dalam waktu dekat adalah draf MoU yang nantinya akan ditandatangani pihak Kemenpora, Kementerian Pariwisata dan pihak Sentul.
"Kesanggupan membiayai sendiri seperti yang dikatakan Pak Tinton sebelumnya harus ada hitam di atas putih. Itu harus secepatnya dilakukan mengingat batas akhir dengan Dorna adalah 30 Juni. Jika lewat, MotoGP 'good bye'," jelas Gatot.
Pemerintah sejatinya sudah memberikan dukungan atas terselenggaranya MotoGP di Sirkuit Sentul. Bahkan, lintas kementerian yang dimotori Sekretariat Negara sudah membahas hal tersebut, termasuk rencana pembayaran "comitment fee" oleh pemerintah.
Di samping itu, Sentul tidak hanya bisa menggelar MotoGP 2017 saja, namun juga dua tahun setelahnya. Untuk itu pihak Kemenpora berharap manajemen Sirkuit Sentul segera melengkapi semua hal yang diajukan pemerintah.
"Memang itu tahapannya. Jangan kontrak dulu dengan Dorna baru melengkapi yang lain," pungkas mantan Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora itu. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma
-
Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah
-
Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor
-
Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!
-
Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja
-
Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura
-
Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu