News / Metropolitan
Senin, 06 Juni 2016 | 16:57 WIB
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan tawuran antar warga Kampung Pulo dan Tongtek, Bukit Duri, Jakarta Timur, pada Senin (6/6/2016) dini hari dipicu hal sepele. Tetapi, dampaknya besar, tiga ruko terbakar gara-gara kembang api yang dilemparkan warga.

"Cuma ketersinggungan kecil saja. Kita juga sama-sama saling ingatkan jangan mudah terpancing," kata Awi kepada wartawan, Senin (6/6/2016).

Awi mengatakan kembang api yang digunakan warga merupakan bahan yang masuk kategori dilarang dijual di pasar.

"Kembang api itu 4,5 MM ke atas harus izin. Itu kecil sekali toh. Yang itu loh yang biasa ditembak langsung kenceng ke atas itu termasuk yang jadi indikator terjadinya kebakaran. Kena kabel terus terbakar," kata dia.

Meski menimbulkan kerugian material, polisi sejauh ini belum menetapkan tersangka.

"Belum ada karena tadi malam kita dorong, tidak sempat kita tangkep. Dorong semua. Pada intinya kita bubarkan tidak terjadi perkelahian," katanya.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto kini telah memerintahkan anggota polres untuk menyiagakan pasukan di lokasi-lokasi rawan tawuran.

"Yang penting para kapolres tahu titik-titik yang mana harus diamankan. Mereka juga akan yang mengerjakan dan tempatkan pasukan," kata dia.

Khusus di kawasan Kampung Pulo dan Bukit Duri, kapolda menginstruksikan anak buahnya di polres untuk waspada.

"Perintah pak kapolda, buat pos di situ tempatkan anggota," kata Awi.

Tag

Load More