Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mulai panik dengan adanya ketentuan verifikasi terhadap persyaratan calon kepala daerah independen yang diatur dalam UU Pilkada yang baru disahkan DPR pada Kamis (2/6/2016).
"Loh jangan tidak percaya diri gitu dong, kalau merasa bahwa KTP dan sebagainya dikatakan dukungan ya harus yakin itu dukungan. Tetapi kalau ada kekhawatiran berarti KTP-nya bukan KTP yang nanti orang-orang yang bukan mendukung," kata Fadli Zon di DPR, Kamis (9/6/2016).
Hal tersebut menyusul kecurigaan Ahok bahwa ketentuan tersebut bertujuan untuk menjegal calon kepala daerah yang maju melalui jalur non partai politik, seperti dirinya.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menduga adanya kecenderungan pengumpulan KTP menjadi komoditi. Itu sebabnya, kata dia, perlu verifikasi faktual untuk memastikan keabsahannya.
"Kalau seperti begitu ada bisnis baru, ada makelar KTP. Jadi lebih bagus diverifikasi, karena ini adalah orang, manusia itu tidak bisa hanya sekedar diwakili dengan fotokopi KTP, orangnya harus diperiksa bener tidak mendukung," kata Fadli.
Kendati Ahok curiga motif ketentuan verifikasi faktual dalam UU Pilkada, dia menyatakan tidak khawatir. Kalaupun nanti gagal maju ke pilkada Jakarta, Ahok sudah siap. Ahok bahkan sudah menyiapkan sistem pemerintahan yang transparan agar untuk penerusnya.
"Itu kan orang-orang yang ngarep saya nggak bisa ikut pilkada. Ambil aja kursi gubernur kalau lu mau," kata Ahok , Rabu (8/6/2016).
Beberapa waktu yang lalu, anggota Komisi II DPR Hetifah Sjaifudian menjelaskan verifikasi faktual syarat dukungan terhadap calon perseorangan dilakukan untuk memastikan tidak adanya penyalahgunaan dukungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
BMKG: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Disaksikan di Seluruh Indonesia
-
Eskalasi Konflik US-Iran Diprediksi Panjang, Ekonom UGM Desak Pemerintah Evaluasi Program
-
Ancaman Perang Total: Adu Rudal Israel-Hizbullah Pasca-Serangan Iran
-
"Jika Jaksa atau Hakim Tertindas, Saya akan Membela Mereka", Janji Delpedro Marhaen Dalam Pledoi
-
PDIP Ungkap Alasan Megawati Tak Hadiri Pemakaman Try Sutrisno
-
Iran Tutup Pintu Dialog, Ali Larijani Tegaskan Tak akan Bernegosiasi dengan Amerika Serikat
-
Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Kuwait, Sang Pilot Diancam Warga Pakai Batang Kayu
-
Prabowo Ingin Jadi Mediator Konflik Iran-AS, Pengamat UGM: Siapa yang Mau Percaya?
-
RDP Komisi III DPR: LPSK Sebut Ayah Nizam Syafei Diduga Anggota Gangster
-
Bahlil Kenang Try Sutrisno sebagai Tokoh Elit Golkar: Tegas dan Utamakan Kepentingan Bangsa