Suara.com - Pengelola Mal Panakukang akhirnya mengratiskan toilet. Sebelumnya buang air kecil di mal itu berbayar sekali masuk Rp2.000.
Pemberlakuan tarif itu pun menuai banyak protes. Sebab Hasil penaikan tarif dinilai menguntungkan pengelola. Selain itu dianggap melanggar aturan tentang fasilitas umum.
"Sekarang kita bebaskan pak, toiletnya digratiskan," ujar pihak kemitraan PT Asindo dan Mal Panakukkang, Wahyudin dihadapan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat inspeksi mendadak di Mal setempat di Makassar, Senin .
(13/6/2016).
Dirinya berdalih penarikan retribusi toilet itu untuk biaya perawatan dan honor pegawai jaga. Namun sayangnya kebijakan itu terus menuai protes baik dari LSM maupun pengunjung, apalagi tarifnya dinaikkan dari semula Rp1.000 naik menjadi Rp2.000.
Wahyudin beralasan manajemen MP menerapkan tarif toilet selama ini menerima laporan karena sering kali ada pengunjung yang menggunakan toilet untuk mandi dan membuang-buang air, tetapi saat ditanya apakah ada bukti pernah kedapatan, kata dia, belum ada tapi hanya laporan.
Hal ini kemudian menjadi persoalan, mengingat jumlah pengunjung di Mal Panakukang mencapai ratusan orang perhari bahkan dihari libur bisa mencapai ribuan orang. Masalah ini pun akhirnya sampai ke telinga Wali Kota Makassar.
"Saya minta mulai hari ini toilet di seluruh mal ini gratis. Kalau tidak mau gratis maka izin operasional Hotel Myko saya tahan," tegur Ramdhan Pomanto di depan pengelola Mal.
Mendengarkan kata itu, Wahyudin terpaksa mengikuti teguran orang nomor satu di Makassar itu, meski sudah mengetahui aturan larangan mengkomersilkan fasilitas umum. Selain itu mengingat Hotel Myko dibangun dalam kawasan Mal setempat kerap kali menuai masalah karena melanggar aturan.
Selain meninjau toilet mal, Danny Pomanto sapaan akrabnya juga meninjau fasilitas umum lainnya seperti musala dan tempat parkiran guna melihat langsung kapasitas kendaraan di mal tersebut.
"Saat ini kami membagun lahan parkit tujuh lantai untuk seluruh kendaraan dengan kapasitas menampung kendaraan 3.200 unit motor dan 3.200 untuk mobil," ucap Wahyudin menjelaskan ke Danny Pomanto.
Berdasarkan pengamatan area parkir yang dibangun tersebut menggunakan bahan besi baja sebagai tiang dan penyangga tulang bangunan kemudian akan dipasangkan batako sebagai temboknya dan bukan beton seperti tempat parkir bertingkat biasanya. Konstruksi bangunan tersebut diduga akan rawan terjadinya robuh karena tidak mampu menahan beban berat kendaraan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI