Suara.com - Pelaku penembakan massal di klub gay, Orlando, Amerika Serikat, Omar Mateen ternyata merupakan mantan karyawan dari penyedia jasa keamanan kelas dunia G4S. Perusahaan ini mempekerjakan 610 ribu orang di 110 negara.
Jasa keamanan G4S sudah dipakai untuk menjaga keamanan bandara, pembangkit listrik, fasilitas nuklir, imigrasi dan pusat vital lainnya.
Sejak 2008, G4S Secure Solutions, anak perusahaannya di AS, menerima kontrak penyediaan jasa keamanan hampir 830 juta dolar Amerika Serikat dengan pemerintah federal, negara bagian dan pemerintah lokal, termasuk untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.
Data tersebut mengacu pada database SmartProcure. Google dan J.P. Morgan Chase termasuk klien swasta G4s.
Daniel Gilroy, mantan rekan kerja dari Mateen di G4S berulang kali mengeluh tentang perilaku Mateen. Gilroy di ancam soal kematian oleh SMS Matten.
"Segala sesuatu yang ia katakan adalah beracun. Perusahaan tidak akan melakukan apa-apa. Orang ini tertekuk dan tidak stabil. Dia berbicara tentang membunuh orang," Gilroy kepada Florida Today.
Namun G4s tidak mencatat data bermasalah dari Mateen. Mateem keluar dari perusahaa sejak Juni 2015. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
LGBT Indonesia Kutuk Penembakan Massal di Klub Gay Orlando
-
Ayahanda Ungkap Kondisi Pembantai Klub Gay Sehari Sebelum Beraksi
-
Terungkap, Pembantai Klub Gay Akrab Sekali dengan Dunia Gay
-
Pascapenembakan di Klub Gay, Komunitas LGBT: Kami Tidak Takut
-
Penembakan di Klub Malam Gay, Menara Eiffel Berwarna Pelangi
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Pansel Ombudsman Klaim Tak Temukan Indikasi Korupsi Hery Susanto Saat Seleksi
-
Status Tersangka Rismon di Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Resmi Dicabut!
-
Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika
-
Kasus Andrie Yunus Dinilai Bergantung pada Political Will Prabowo
-
Berkas Perkara Sudah di Pengadilan, Komnas HAM Desak Polri Lanjutkan Penyidikan Kasus Andrie Yunus
-
4 Laporan Dasco ke Prabowo Usai Presiden Lakukan Diplomasi ke Prancis dan Rusia
-
Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi
-
Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai
-
Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional
-
Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?