Saipul Jamil sebelum menjalani sidang kasus pelecehan seksual di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (6/6/2016) [suara.com/Ismail]
Ifa Sudewi, ketua majelis hakim yang menyidangkan kasus pencabulan dengan terdakwa pedangdut Saipul Jamil, pindah tugas ke Pengadilan Negeri Sidoarjo, Jawa Timur, tak lama setelah vonis terhadap Saipul Jamil diduga bermasalah.
Terkait apakah kepindahan tersebut terkait kasus Saipul Jamil, juru bicara Mahkamah Agung, Suhadi, menegaskan Ifa Sudewi sudah lama dipromosikan menjadi Ketua PN Sidoarjo.
"Sudah lama dia TPM-nya, sudah lama dia itu, baru berangkat saja dia itu," kata Suhadi, Selasa (21/6/2016).
Terkait apakah kepindahan tersebut terkait kasus Saipul Jamil, juru bicara Mahkamah Agung, Suhadi, menegaskan Ifa Sudewi sudah lama dipromosikan menjadi Ketua PN Sidoarjo.
"Sudah lama dia TPM-nya, sudah lama dia itu, baru berangkat saja dia itu," kata Suhadi, Selasa (21/6/2016).
Suhadi menekankan surat keputusan untuk pindah tugas ke PN Sidoarjo sudah dikeluarkan sebelum kasus dugaan suap terhadap panitera PN Jakarta Utara Rohadi muncul. Ifa Sudewi baru dilantik menjadi Ketua PN Sidoarjo pada Jumat (17/6/2016).
"Saya nggak tahu itu (kapan SK-nya dikeluarkan), kan di TPM dulu, kemudian baru tunggu keluar SK-nya baru berangkat hari Jumat lalu, kan dilantik Jumat lalu. Jadi sebelum ada kejadian itu udah keluar SK," kata Suhadi.
"Perputaran semua, sekarang dia jadi ketua pengadilan karena sebelumnya kan dia wakil ketua.Tapi tergantung kebutuhan, tapi biasanya paling lama tiga tahun atau lima tahun sudah bisa diputar. Untuk pimpinan itu kadang-kadang kurang dari itu karena kebutuhan untuk mengisi kekosongan," Suhadi menambahkan.
Seperti diketahui, JPU pada PN Jakarta Utara Dado Achmad Ekroni dan Yansen Dau menuntut Saipul divonis tujuh tahun penjara dan membayar denda sebesar Rp100 juta sesuai Pasal 82 UU tentang Perlindungan Anak.
Namun, majelis hakim yang diketuai itu diketuai Ifa Sudewi hanya memvonis Saipul dengan pidana penjara selama tiga tahun.
Operasi tangkap tangan berlangsung pada Rabu (15/6/2016). KPK menetapkan empat tersangka yaitu dua pengacara Saipul Jamil bernama Berta Natalia dan Kasman Sangaji, lalu panitera PN Jakarta Utara Rohadi, dan kakak kandung Saipul Jamil bernama Samsul Hidayatullah.
Dari operasi tersebut, KPK mengamankan uang yang diduga suap sebesar Rp250 juta yang baru diterima Rohadi.
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers, Kamis (16/6/2016), menjelaskan uang suap tersebut berkaitan dengan penanganan perkara terdakwa pedangdut Saipul Jamil.
Uang diberikan diduga agar majelis hakim memberikan vonis lebih ringan kepada pedangdut yang terjerat kasus pencabulan anak di bawah umur.
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers, Kamis (16/6/2016), menjelaskan uang suap tersebut berkaitan dengan penanganan perkara terdakwa pedangdut Saipul Jamil.
Uang diberikan diduga agar majelis hakim memberikan vonis lebih ringan kepada pedangdut yang terjerat kasus pencabulan anak di bawah umur.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara