Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mempertanyakan kebijakan pemerintah pusat yang menghentikan pelaksanaan pembangunan proyek Pulau G yang sempat dijalankan PT Muara Wisesa Samudra, anak perusahaan PT Agung Podomoro Land.
Alasan penghentian pembangunan yakni karena kabel milik PLN yang menganggu, dinilainya tak berdasar.
"Kita nggak tahu lagi disuruh pelajarin secara hukum alasan diberhentikannya apa. Itu masalah tafsiran Kepres yang berbeda. Kalau karena soal mencemarkan, Pulau C dan D lebih mencemarkan kalau dilihat dari peta udara. Kalau dilihat dari tim kajian, kalau liat dari Kawasan Berikat Nusantara (KBN) reklamasi tanpa ijin kok nggak distop?" kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (1/7/2016).
Meski demikian, Ahok mengatakan Pemprov DKI menyerahkan keputusan penghentian secara permanen Pulau G ini kepada pemerintah pusat.
Dia pun mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan penolakan terhadap keputusan untuk melakukan penghentian proyek ini.
Namun, dia menerangkan dasar memulainya reklamasi ini adalah Keppres nomor 52/1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta. Sehingga penghentian proyek ini harusnya menggunakan Keppres juga.
"Ya itu bukan keberatan, itu (penghentian reklamasi) ngajuin ke presiden dong menterinya. Karena nggak ada Kemenko yang bisa membatalkan Kepres kan? Itu tunggu naikin aja. Makanya saya nggak tahu. Kita mah nunggu aja. Kita mah nurut aja," kata Ahok.
Berita Terkait
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Blak-blakan di Sidang, Ahok Cium Upaya 'Sembunyikan' Rugi Pengadaan LNG Pertamina ke Cucu Perusahaan
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah
-
Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor
-
Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!
-
Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja
-
Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura
-
Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu
-
Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito