Suara.com - Di hari pertama lebaran Taman Margasatwa Ragunan dipadati pengunjung. Hingga Rabu (6/7/2016) pukul 12.00 WIB jumlah pengunjung tercatat sekitar 17 ribu orang. Selain itu, juga tercatat terdapat enam bus besar, 708 mobil, dan 2.856 motor yang memasuki areal parkir.
"Untuk lebaran hari pertama, pengunjung sudah cukup antusias. Sampai siang ini jam 12.00 WIB, pengunjung sudah tercatat 17 ribu lebih, biasanya memang kisaran pengunjung pada hari pertama Lebaran antara 20 sampai 30 ribu itu hingga tutup loket kami," kata kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang saat ditemui di kantornya di Jakarta, Rabu.
Menurut Wahyudi, jumlah 17 ribu pengunjung itu sudah cukup tinggi meskipun pada hari pertama Lebaran ini banyak digunakan masyarakat untuk silaturahmi keluarga belum untuk rekreasi.
"Biasanya pada hari kedua dan ketiga dan seterusnya tujuannya baru untuk rekreasi. Tahun kemarin tercatat total hari pertama 28 ribu pengunjung, nah ini baru setengah hari sudah 17 ribu, minimal imbang dengan tahun kemarin," tuturnya.
Lebih lanjut, ia memprediksi puncak pengunjung pada libur lebaran tahun ini terjadi pada Sabtu dan Minggu.
"Karena ini memang akumulasi antara masyarakat Jabodetabek dan yang baru saja pulang dari Lebaran di kampung halaman sehingga mereka nantinya datang pada Sabtu dan Minggu," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan dua posko kesehatan yang berada di dalam areal Taman Margasatwa Ragunan.
"Kami miliki dua titik di gedung informasi satu posko dan di kantor pusat ada satu posko kesehatan dari PMI, tentu saja lengkap dengan petugas dan paramedisnya," ujarnya.
Pihaknya juga menyiapkan dua petugas kesehatan dan kemungkinan pada Kamis (7/7/2016) ada tambahan dari dokter Puskesmas Pasar Minggu.
"Kami juga siapkan satu unit ambulans dari kami sendiri dan satu unit dari PMI, mungkin besok juga ada tambahan dari Puskesmas Pasar Minggu, jadi kami selalu berkoordinasi dengan tim-tim kesehatan terkait," ucap Wahyudi. (Antara)
Berita Terkait
-
Heboh Ultah Komu! Saat 41 Ribu Orang Rela Antre Demi Lihat Gorila Pemetik Kelapa di Ragunan
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Awas Ban Mobil Bermasalah Usai Libur Lebaran 2026 Segera Cek Bagian Ini Agar Tetap Aman
-
Punya Jarak Tempuh 301 Km Changan Lumin Siap Geser Dominasi Mobil Perkotaan Konvensional
-
Bina Marga Jaksel Perbaiki Jalan Berlubang di Ragunan, Warga: Mudah-mudahan Bertahan Lama
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?